Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Februari 2017 | 19.47 WIB

Tersumbat Tol, Sawah Terisolasi

TERSUMBAT: Salah satu warga menujukkan sawahnya yang digenangi air karena tersumbat tol Mojokerto–Kertosono seksi II. - Image

TERSUMBAT: Salah satu warga menujukkan sawahnya yang digenangi air karena tersumbat tol Mojokerto–Kertosono seksi II.


JawaPos.com- Proses konstruksi jalan tol Mojokerto–Kertosono seksi II di Kabupaten Jombang kembali menuai polemik. Kali ini warga Dusun Sugihwaras, Desa Kendasari, Kecamatan Sumobito, Jombang, mengeluh.



Warga menuntut PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) selaku pemegang hak konsesi jalan tol untuk menghentikan sementara proyek jalan tol yang melintas di desa tersebut. Menurut warga, belasan hektare sawah milik warga tersumbat proyek tol. Akibatnya, akses hingga irigasi persawahan warga terganggu.



Dari pantauan Jawa Pos Radar Jombang, jalan yang dibangun untuk akses kendaraan proyek tol yang membentang sepanjang satu kilometer disebut warga sebagai penyebab utama terisolasinya sawah. Kala musim panas, sawah mengalami pendangkalan, sedangkan pada musim hujan justru tergenang air. Bahkan, tanaman padi di sawah roboh.



’’Jadi, memang benar, saat musim hujan, sawah kami tergenang air seperti ini. Namun, saat musim panas, sawah mengalami pendangkalan karena irigasinya terganggu jalan tol,’’ ujar Kholifah, salah seorang warga terdampak.



Menurut dia, bukan hanya sawah miliknya, sawah milik belasan petani lain juga demikian. ’’Masalah ini terjadi sejak pertama proyek dimulai. Sekitar Desember lalu,’’ imbuhnya.



Berdasar data, ada 17 pemilik sawah yang terdampak. Total ada 37 bidang sawah seluas 15–20 hektare. ’’Di Desa Kendalsari ada enam dusun dan ada tiga yang mengalami masalah sama, yakni Dusun Sugihwaras, Kuripan, dan Kedungsari,’’ imbuhnya.



Sebenarnya PT MHI sudah membangun gorong-gorong untuk irigasi. Hanya, warga menilai hal itu belum maksimal. Juga, tidak ada jalan sebagai akses untuk petani. ’’Kalau untuk gorong-gorong, sudah ada satu. Namun, kalau tol ini selesai, apa warga harus muter sejauh satu kilometer untuk memanen sawahnya?’’ tambahnya.



Warga pun telah melayangkan surat pengaduan mulai kecamatan hingga pemerintah kabupaten. Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan. ’’Kami sudah sepakat bersama desa untuk mengirimkan surat pada 16 Februari, pertama ke bupati, ke DPRD untuk minta audiensi, dan PT MHI,’’ imbuhnya.



Warga berharap PT MHI menghentikan sementara pembangunan proyek tol di desa setempat. Sebab, selain beberapa bidang lahan belum tuntas, ada tuntutan warga. ’’Setelah tol tersebut rampung, bagaimana nasib sawah warga? Sebab, tidak ada jalan alternatif untuk melakukan aktivitas pertanian. Terutama masuknya traktor dan kendaraan untuk mengangkut hasil pertanian,’’ katanya.



Warga juga berharap ada tanggapan dari pemerintah daerah dan DPRD Jombang. Bahkan, warga mengancam memblokade pembangunan proyek tersebut jika tidak segera dicarikan solusi. ’’Tidak ada pilihan lain, kita sudah mengadu ke pemda dan DPRD, tapi belum ada respons. Bahkan, hari ini (kemarin, Red) warga sudah melakukan komunikasi untuk mengajak demo, tapi kita tunggu hingga ada tanggapan,’’ ungkapnya. (ang/nk/c5/ano)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore