
TERSUMBAT: Salah satu warga menujukkan sawahnya yang digenangi air karena tersumbat tol Mojokerto–Kertosono seksi II.
JawaPos.com- Proses konstruksi jalan tol Mojokerto–Kertosono seksi II di Kabupaten Jombang kembali menuai polemik. Kali ini warga Dusun Sugihwaras, Desa Kendasari, Kecamatan Sumobito, Jombang, mengeluh.
Warga menuntut PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) selaku pemegang hak konsesi jalan tol untuk menghentikan sementara proyek jalan tol yang melintas di desa tersebut. Menurut warga, belasan hektare sawah milik warga tersumbat proyek tol. Akibatnya, akses hingga irigasi persawahan warga terganggu.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Jombang, jalan yang dibangun untuk akses kendaraan proyek tol yang membentang sepanjang satu kilometer disebut warga sebagai penyebab utama terisolasinya sawah. Kala musim panas, sawah mengalami pendangkalan, sedangkan pada musim hujan justru tergenang air. Bahkan, tanaman padi di sawah roboh.
’’Jadi, memang benar, saat musim hujan, sawah kami tergenang air seperti ini. Namun, saat musim panas, sawah mengalami pendangkalan karena irigasinya terganggu jalan tol,’’ ujar Kholifah, salah seorang warga terdampak.
Menurut dia, bukan hanya sawah miliknya, sawah milik belasan petani lain juga demikian. ’’Masalah ini terjadi sejak pertama proyek dimulai. Sekitar Desember lalu,’’ imbuhnya.
Berdasar data, ada 17 pemilik sawah yang terdampak. Total ada 37 bidang sawah seluas 15–20 hektare. ’’Di Desa Kendalsari ada enam dusun dan ada tiga yang mengalami masalah sama, yakni Dusun Sugihwaras, Kuripan, dan Kedungsari,’’ imbuhnya.
Sebenarnya PT MHI sudah membangun gorong-gorong untuk irigasi. Hanya, warga menilai hal itu belum maksimal. Juga, tidak ada jalan sebagai akses untuk petani. ’’Kalau untuk gorong-gorong, sudah ada satu. Namun, kalau tol ini selesai, apa warga harus muter sejauh satu kilometer untuk memanen sawahnya?’’ tambahnya.
Warga pun telah melayangkan surat pengaduan mulai kecamatan hingga pemerintah kabupaten. Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan. ’’Kami sudah sepakat bersama desa untuk mengirimkan surat pada 16 Februari, pertama ke bupati, ke DPRD untuk minta audiensi, dan PT MHI,’’ imbuhnya.
Warga berharap PT MHI menghentikan sementara pembangunan proyek tol di desa setempat. Sebab, selain beberapa bidang lahan belum tuntas, ada tuntutan warga. ’’Setelah tol tersebut rampung, bagaimana nasib sawah warga? Sebab, tidak ada jalan alternatif untuk melakukan aktivitas pertanian. Terutama masuknya traktor dan kendaraan untuk mengangkut hasil pertanian,’’ katanya.
Warga juga berharap ada tanggapan dari pemerintah daerah dan DPRD Jombang. Bahkan, warga mengancam memblokade pembangunan proyek tersebut jika tidak segera dicarikan solusi. ’’Tidak ada pilihan lain, kita sudah mengadu ke pemda dan DPRD, tapi belum ada respons. Bahkan, hari ini (kemarin, Red) warga sudah melakukan komunikasi untuk mengajak demo, tapi kita tunggu hingga ada tanggapan,’’ ungkapnya. (ang/nk/c5/ano)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
