Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Maret 2017 | 18.30 WIB

Ketika Polwan Malu-Malu Dijaga Saat Kencing, Inilah yang Terjadi

Personel polwan mengikuti tes urine yang digelar mendadak oleh Bidang Profesi Pengamanan Polda Kaltim kemarin (23/3). - Image

Personel polwan mengikuti tes urine yang digelar mendadak oleh Bidang Profesi Pengamanan Polda Kaltim kemarin (23/3).

JawaPos.com - Polda Kaltim dan Kaltara menggelar tes urine terhadap ratusan Polisi Wanita (Polwan) di jajarannya. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi penggunaan narkotika. Para Polwan itu pun tampak malu-malu karena dijaga saat kencing di kamar mandi kemarin (23/3).


Namun, yang menjaga bukan polisi laki-laki (polki). Melainkan petugas polwan Provos Bidang Profesi Pengamanan (Bid Propam) Polda Kaltim yang mendadak gelar pemeriksaan dalam rangka penegakan disiplin.


Polwan berasal dari seluruh satuan di Kaltim dan Kaltara itu sebenarnya sedang mengikuti pengarahan seputar penguatan jati diri guna mewujudkan postur polwan yang profesional, modern, dan tepercaya.


Acara digelar di Hotel Le Grandeur, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Damai, Balikpapan. Ketika pengarahan diberikan Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin dan Kabid Propam Polda Kaltim Kombes Pol R Deden Garnada, saat istirahat, polwan kemudian diarahkan ke kamar mandi.


Urine mereka diambil untuk dites, apakah mengandung zat adiktif narkoba atau tidak. Tes tersebut melibatkan Bid Dokkes Polda Kaltim. Dari semua hasil uji, negatif mengandung zat adiktif narkoba.


Tes urine dilakukan sebagai petunjuk untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, baik proses hukum ataupun lainnya. Namun, belum dapat digunakan sebagai alat bukti, hanya bisa menjadi petunjuk penyidik.


Kabid Dokkes Kombes Pol drg Triawan Marsudi mengatakan, parameter narkoba yang biasa diuji antara lain golongan amfetamin (sabu-sabu), benzodiazepin, kokain, opiat (morphin), dan ganja (kanabis/marijuana).


Jika urinenya kedapatan mengandung zat-zat tersebut, maka untuk memastikan apakah orang tersebut pengguna narkoba atau bukan, harus dilakukan tes konfirmasi. Hal ini sangat diperlukan, mengingat banyak obat di pasaran bisa mengganggu tes narkoba ini. Misalnya, jika meminum obat flu yang mengandung zat ephedrine, bisa memberikan hasil positif pada tes amfetamin. (aim/rsh/k16/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore