
Ilustrasi
JawaPos.com - Nasib malang menimpa keluarga Tarmizi, Desa Baro, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat. Cucu yang dinantikan akan lahir dengan selamat ternyata harus meninggal beberapa saat akan dilahirkan. Hal itu terjadi akibat keterlambatan penanganan persalinan.
Keterlambatan itu pun dipicu oleh tidak adanya ambulans di puskesmas. Akhirnya keluarga pasien memutuskan mengantarkan Linda (20)ke RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh dengan mobil pribadi pada Selasa (23/5), sekira pukul 10.00 WIB. Perjalanan menuju RS mencapai 40 Kilometer (Km) antara Panton Reu - Meulaboh.
"Tidak tanggung jawab orang itu (sopir ambulans), saat dibutuhkan tidak ada. Pertama kali saya hubungi sopir ambulansnya, tidak angkat telpon. Saya bawa sendiri anak saya ke Puskesmas, tidak ada satu unit mobil ambulans yang siaga. Saya ambil inisiatif membawa sendiri anak saya ke rumah sakit," sesal Tarmizi seperti dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Rabu (24/5).
Dalam perjalanan itu, Tarmizi tidak ditemani perawat. Sedangkan Linda terpaksa diletakkan pada bagasi mobil. Dalam perjalanan itu, bayinya mulai hendak keluar melahirkan. Linda meronta menangis minta pertolongan. “Hanya ada keluarga yang menolongnya,” keluh sang kakek.
Namun dalam perjalanan, Tarmizi melihat mobil ambulans terparkir di jalan lintan Desa Mangi. Mobil itu berada di rumah yang sedang menggelar hajatan kenduri. “Saya cuma lihat saja, tidak berhenti karena ingin cepat-cepat sampai ke rumah sakit,” jawabnya.
Setiba di rumah sakit, Linda langsung ditangani oleh dokter piket dan perawat. Namun bayi jenis kelamin laki-laki tersebut, tidak mampu diselamatkan.
Kepala Pelayanan Medik RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh, dr Eman Tuahta membenarkan pasien hamil itu bernama Linda tiba, Selasa (23/5) pukul 10.00 WIB dengan menumpang mobil pribadi. “Saat di rumah sakit posisi bayi sudah sebagian keluar dan meninggal,” sebutnya.
Kondisi Linda melahir dengan normal. Pasien dalam kondisi sehat namun bayi yang tidak dapat diselamatkan karena telat memperoleh penanganan medis. ”Kalau masalah komplain datang dengan mobil pribadi bukan mobil ambulans, itu bukan kewenangan kami. Yang terpenting kami selalu siaga 24 jam untuk menangani pasein,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat dr Zafril Luthfy yang dikonfirmasi membenarkan tentang insiden bayi melahirkan di dalam mobil. Namun saat itu, dua unit yang berada di Puskesmas Meutulang sedang tidak berada di tempat karena berdasarkan laporan sedang melayani pasien lain.
"Ada dua unit mobil ambulan di Puskesmas Meutulang, satu unit mobil mengantar pasien ke rumah sakit dan satu unit lagi diminta mengantarkan jenazah,” ujarnya.
Sementara proses persalinan Linda, tidak dapat ditangani di Puskesmas, lantaran kondisi bayinya dalam keadaan sungsang. “Kalau sungsang harus ditangani ke ke rumah sakit," kilah Kadis Kesehatan Aceh Barat. (*/DENI SARTIKA/iil/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
