Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 April 2017 | 18.27 WIB

Korban Selamat Kecelakaan Maut: Suara Brak, Rem Ban Berdecit dan Pekik Takbir

Salah satu korban kecelakaan di Jalan Raya Puncak, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor menjalani perawatan di RSUD Ciawi, Bogor. - Image

Salah satu korban kecelakaan di Jalan Raya Puncak, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor menjalani perawatan di RSUD Ciawi, Bogor.

JawaPos.com - Salah satu korban selamat kecelakaan maut di Puncak Bogor, adalah Sari Apriani (33) warga Cilendek, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group), dia menceritakan detik-detik mengerikan kecelakaan beruntun yang menewaskan 4 orang tersebut.

Sari tak bisa menepis gelisah saat menunggangi motor maticnya melintasi Jalan Raya Puncak, yang licin usai diguyur hujan sore kemarin. Firasatnya tak menentu. Antara ingin berjalan perlahan, atau segera melaju melewati padatnya lalu lintas di kawasan wisata, selatan Kabupaten Bogor itu.

Benar saja. Setibanya di tanjakan atau turunan Selarong, Megamendung, suara dentuman hebat mengejutkannya.
 “Suara braak... brukk... berkali-kali, suara rem ban berdecit teriakan orang, campur jadi satu. Saya sempat nabrak motor di depan saya juga,” tutur ibu dua anak itu.

Benturan dengan motor di depannya membuat Sari terjatuh dan bahunya terkilir. Sembari berusaha bangkit, pegawai swasta di Taman Wisata Matahari, Cisarua, itu melihat bus melaju kencang dari arah atas menuju ke tempatnya. Tak sampai mendekat, sang sopir tampak berupaya menghentikan laju bus sekuat tenaga dan membanting stir ke arah kiri.

“Alhamdulillah busnya bisa ngerem mendadak,” tutur Sari. Bus terhenti kata Sari setelah tertahan mobil Avanza PLN dari arah berlawanan.

Saat itu, ia belum menyadari kecelakaan yang semula membuatnya terjatuh, ternyata sangat mengerikan. Setelah ia bangkit dan melihat sekitar, barulah tersadar, nyawanya selamat dari kecelakaan maut yang melibatkan banyak kendaraan dan memakan korban jiwa.

“Langsung saya ambil handphone, rekam dan foto. Sempat lihat jam juga, jam 17.05 WIB,” kata mantan pewarta foto Radar Bogor itu.

Namun, Sari masih ingat betul bagaimana kecelakaan beruntun yang terjadi tak lebih dari 10 meter di hadapannya itu. Diawali dengan bus bercorak oranye dan hitam menabrak dua mobil di depannya. Hantaman itu membuat mobil Avanza terpental dan berguling ke tepi.

Di belakang bus, Toyota Rush melaju kencang dan tak mampu menahan licinnya jalan. Rush ikut menghantam bus tersebut. Sementara laju bus baru terhenti setelah menabrak mobil Avanza milik PLN dari arah berlawanan.

“Lalu ada angkot yang menghindari tabrakan dibanting kiri malah nabrak Avanza putih. Posisi saya di belakang rush yang menabrak bus,” tuturnya.

Sari sempat melihat seorang pengendara motor N Max mengalami patah kaki. Beberapa orang juga tampak terkapar di jalan, sementara suara teriakan minta tolong terdengar dari dalam mobil-mobil yang ringsek tertabrak bus. Warga pun berhamburan mencoba menolong para korban.  

“Banyak pengendara lain teriak-teriak mengucap takbir. Banyak warga yang ikut bantu korban. Saya panik gak tahu detail nopol kendaraan dan kondisi korban,” imbuhnya. (ric/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore