
Salah satu korban kecelakaan di Jalan Raya Puncak, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor menjalani perawatan di RSUD Ciawi, Bogor.
JawaPos.com - Salah satu korban selamat kecelakaan maut di Puncak Bogor, adalah Sari Apriani (33) warga Cilendek, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group), dia menceritakan detik-detik mengerikan kecelakaan beruntun yang menewaskan 4 orang tersebut.
Sari tak bisa menepis gelisah saat menunggangi motor maticnya melintasi Jalan Raya Puncak, yang licin usai diguyur hujan sore kemarin. Firasatnya tak menentu. Antara ingin berjalan perlahan, atau segera melaju melewati padatnya lalu lintas di kawasan wisata, selatan Kabupaten Bogor itu.
Benar saja. Setibanya di tanjakan atau turunan Selarong, Megamendung, suara dentuman hebat mengejutkannya.
“Suara braak... brukk... berkali-kali, suara rem ban berdecit teriakan orang, campur jadi satu. Saya sempat nabrak motor di depan saya juga,” tutur ibu dua anak itu.
Benturan dengan motor di depannya membuat Sari terjatuh dan bahunya terkilir. Sembari berusaha bangkit, pegawai swasta di Taman Wisata Matahari, Cisarua, itu melihat bus melaju kencang dari arah atas menuju ke tempatnya. Tak sampai mendekat, sang sopir tampak berupaya menghentikan laju bus sekuat tenaga dan membanting stir ke arah kiri.
“Alhamdulillah busnya bisa ngerem mendadak,” tutur Sari. Bus terhenti kata Sari setelah tertahan mobil Avanza PLN dari arah berlawanan.
Saat itu, ia belum menyadari kecelakaan yang semula membuatnya terjatuh, ternyata sangat mengerikan. Setelah ia bangkit dan melihat sekitar, barulah tersadar, nyawanya selamat dari kecelakaan maut yang melibatkan banyak kendaraan dan memakan korban jiwa.
“Langsung saya ambil handphone, rekam dan foto. Sempat lihat jam juga, jam 17.05 WIB,” kata mantan pewarta foto Radar Bogor itu.
Namun, Sari masih ingat betul bagaimana kecelakaan beruntun yang terjadi tak lebih dari 10 meter di hadapannya itu. Diawali dengan bus bercorak oranye dan hitam menabrak dua mobil di depannya. Hantaman itu membuat mobil Avanza terpental dan berguling ke tepi.
Di belakang bus, Toyota Rush melaju kencang dan tak mampu menahan licinnya jalan. Rush ikut menghantam bus tersebut. Sementara laju bus baru terhenti setelah menabrak mobil Avanza milik PLN dari arah berlawanan.
“Lalu ada angkot yang menghindari tabrakan dibanting kiri malah nabrak Avanza putih. Posisi saya di belakang rush yang menabrak bus,” tuturnya.
Sari sempat melihat seorang pengendara motor N Max mengalami patah kaki. Beberapa orang juga tampak terkapar di jalan, sementara suara teriakan minta tolong terdengar dari dalam mobil-mobil yang ringsek tertabrak bus. Warga pun berhamburan mencoba menolong para korban.
“Banyak pengendara lain teriak-teriak mengucap takbir. Banyak warga yang ikut bantu korban. Saya panik gak tahu detail nopol kendaraan dan kondisi korban,” imbuhnya. (ric/yuz/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
