
Ilustrasi
JawaPos.com - Menyampaikan titipan dari langit, tanpa perlu rumit, sulit, dan berbelit-belit, itulah tagline dari gerakan Sedekah Rombongan. Terus bergerak membantu mereka yang membutuhkan dan tak tersentuh.
Mike Dwi Setiawati
Itulah prinsip yang diusung oleh komunitas Sedekah Rombongan, sebuah gerakan revolusioner yang senantiasa membantu para kaum lemah dan kurang beruntung untuk dibantu meringankan bebannya. Baik mereka yang terkena musibah, sakit tanpa memiliki biaya berobat yang cukup, bahkan mereka yang tidak memiliki tempat tinggal.
Semua dana yang digunakan untuk membantu para dhuafa yang sakit, murni dari kas Sedekah Rombongan dan para donutur yang mengirimkannya. Tanpa ada embel-embel bantuan pemerintah atau meminta sumbangan dari sana ke sini.
Namun dana tersebut dari sedekah orang lain yang berinisiatif transfer rekening ataupun langsung mendatangi rumah singgah Sedekah Rombongan. Satu hal lagi yang perlu digaris bawahi dalam memberikan bantuan, yaitu tidak pernah mengenal pamrih dan kurir (istilah anggota Sedekah Rombongan) tidak digaji.
Kurir bertugas mencari target untuk ditolong dan difasilitasi oleh Sedekah Rombongan. Banyak pengalaman yang dirasakan oleh kurir, bukan hanya membantu untuk berobat namun para kurir siap menemani, mengedukasi keluarga dan pasien.
"Sebagai kurir kita harus siap bantu-bantu pasien, untuk mengantar ke rumah sakit, menemani, mengedukasi, ada juga yang mau kami bantu ke rumah sakit tapi pihak keluarga maunya lewat tradisional saja," ujar Nur Muhamad Iskandar, salah satu kurir Sedekah Rombongan Kota Cirebon.
Para kurir berkerja dengan ikhlas untuk membantu sesama. Diakui Iskandar, dia dan kurir lainnya hanya ingin bermanfaat bagi manusia lain. "Kita cari muka saja di depan Allah. Dengan menjadi kurir, kami merasa menjadi lebih bersyukur dengan nikmat Allah, jadi lebih menghargai kesehatan yang masih diberi," ceritanya.
Dalam menjalankan misinya terkadang kurir mendapatkan kendala, mulai dari lingkungan yang tidak peduli dengan kondisi pasien sampai dicurigai warga sekitar. Setiap mendapatkan laporan kalau ada target yang membubutuhkan, maka kurir akan langsung bergerak.
Iskandar mengaku punya banyak cerita selama menjadi kurir sedekah rombongan. Salah satunya yang membuat ia terharu adalah saat merenovasi rumah duafa. "Waktu itu yang punya rumah udah sepuh, ada 3 orang dan itu sakit strok dan cacat fisik. Rumahnya sudah mau roboh, kebayang kalau kita telat kasih bantuan," ceritanya.
Adapula cerita saat Iskandar membantu seseorang yang sakit. Setelah dibantu, kata Iskandar, ia dan kurir lainnya diberi kacang sebagai tanda terimakasih. "Terharu sekali, beliau yang tidak mampu, dibantu kita, tetap ingin memberi apa yang dimiliki," ungkapnya.
Sedekah Rombongan sudah terbentuk 7 bulan di Kota Cirebon. Cikal bakal Sedekah Rombongan berawal dari gagasan seorang social entrepreneur asal Kota Jogjakarta, Saptuari Sugiharto. Saat ini, Sedekah Rombongan sudah tersebar 23 kota di Indonesia. "Di Kota Cirebon ada 13 kurir," ujar Koordinator Sedekah Rombongan Kota Cirebon, Makhrus Yusela.
Sebagai gerakan sedekah jalanan, Sedekah Rombongan selalu berkoordinasi lewat dunia maya. Sedekah Rombongan membangun kepercayaan masyarakat berbasis sosial media. Proses pengumpulan dana Sedekah Rombongan, kata Makhrus, dilakukan dengan cara creative giving, yaitu melalui seminar, presentasi dan sosial media.
"Tanpa proposal, surat permohonan dana, ataupun kotak sedekah yang ditinggal di warung-warung," tuturnya.
Sedekah Rombongan saat ini tersebar di beberapa kota dan telah memiliki ratusan kurir, puluhan rumah singgah, dan kendaraan operasional, yang semuanya digunakan untuk keperluan dhuafa yang membutuhkan bantuan dan santunan. Santunan untuk pasien disampaikan 100 persen tanpa potongan apapun. (yuz/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
