
Ilustrasi
JawaPos.com- Polisi menembak mati seorang pelaku curas yang sering beroperasi di Sidoarjo dan Mojokerto. Anggota Subdit Jatanras Polda Jawa Timur terpaksa mengambil langkah diskresi terakhir itu karena pelaku berusaha melawan aparat saat ditangkap.
Hariyanto tewas saat dibekuk polisi Kamis (15/6) di kawasan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Sekitar pukul 06.00 mobil Toyota Avanza silver milik Unit Premanisme Idik IV Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur baru tiba di RSUD dr Soetomo, Surabaya. Mobil itu berhenti tepat di depan kamar jenazah. Empat polisi tak berseragam dan dua petugas rumah sakit langsung mengeluarkan jenazah Hariyanto dari bagian belakang mobil.
Saat itu Hariyanto hanya mengenakan baju denim biru dan sarung ungu bermotif kotak-kotak. Sebuah lubang bekas peluru petugas tampak menghiasi dada kirinya. Darah pun membekas di area tersebut.Warga Puspo itu langsung dipindahkan ke meja otopsi dengan menggunakan rolling bed.
Kanit Premanisme Idik IV Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur Kompol Danny Yulianto menyatakan, dua peluru bersarang di tubuh pemimpin komplotan tersebut. Satu di bagian betis kanan dan satu lagi bersarang di dada kiri.
”Dia sudah tertangkap waktu itu. Tapi, saat dikeler, dia berusaha merebut pistol polisi dan berniat melukai. Kami terpaksa ambil langkah terakhir,” ungkapnya.
Beda nasib dengan Sobirin, kawan Hariyanto. Saat berlari ketika akan ditangkap, petugas cukup melumpuhkan dengan satu tembakan di betis kiri. Sobirin langsung ambruk dan mengerang minta ampunan.
Hariyanto berperan sebagai pimpinan komplotan, sedangkan Sobirin adalah anak buahnya. Kedua tersangka merupakan incaran aparat sejak Februari 2017. Sebab, rekam jejak mereka memang mengagumkan. Yakni, di 16 TKP yang tersebar di Sidoarjo dan Mojokerto. Hasilnya, 10 motor dan 6 minibus jenis L300 berhasil mereka rampas.
Pengejaran dan penangkapan komplotan Hariyanto memang cukup lama menjadi atensi pihak kepolisian. Direskrimum Polda Jatim Kombespol Agung Yudha Wibowo menambahkan, polisi mengincar komplotan asal Pasuruan itu sejak akhir Februari lalu.
”Saya memang perintahkan langsung untuk tangkap mereka, harus dapat,” tegas Agung.
Ada satu kasus yang paling mencolok dan membuat polisi geram. Yakni, saat empat sekawan itu tepergok petugas akan beraksi di kawasan Kalipuro, Kabupaten Mojokerto, pada 25 Februari lalu. Mereka melempari Aipda Mukiyi dengan bondet (bom ikan) yang saat itu melakukan pengejaran.
Tak tanggung-tanggung, lima bondet dilayangkan ke tubuh Mukiyi. Paha kiri anggota Resmob Polres Mojokerto tersebut berlubang dan harus dirawat intensif.
Dengan kondisi terluka parah, Mukiyi ternyata masih sempat melepaskan tembakan terarah ke kaki seorang pelaku. Sohib, salah seorang anggota kawanan itu, jatuh terkapar.
Bahkan, Mukiyi menyempatkan diri untuk meringkus bandit asal Pasrepan, Pasuruan, tersebut. Anggota kawanan lainnya lari tunggang langgang dan buron. Pada Kamis dini hari kemarin (15/6), perjalanan kriminalitas dua orang itu dihabisi. Kini pekerjaan rumah polisi hanya tinggal menuntaskan satu orang lagi. ”Satu orang ini sudah DPO dan dalam target operasi kami,” ujar Danny.
Saat akan meringkus komplotan bandit tersebut, Kasubdit Jatanras Direskrimum Polda Jatim AKBP Boby Paludin Tambunan yang memimpin operasi itu mengaku harus memutar otak dan bekerja keras. Sebab, Hariyanto telah memasang sejumlah cepu (informan) di sejumlah titik di Pasuruan. Terlebih lagi di area rumahnya di kawasan Puspo.
Danny menyatakan, banyak cepu yang digunakan untuk menyaring informasi dan pantauan lapangan. ”Sengaja dipasang banyak cepu. Biar kalau ada polisi yang datang, pelaku bisa kabur duluan,” ungkap mantan Kapolsek Jambangan Polrestabes Surabaya itu. Sobirin terancam dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun kurungan penjara. (mir/c21/diq)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
