
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan berencana menerjunkan para mahasiswa dan alumni Al Azhar Mesir terjun ke masyarakat pedesaan. Aher-sapaannya- ingin, mereka membantu pemerintah melakukan penguatan akidah kepada masyarakat desa.
Menurut Aher, keterlibatan para lulusan Al Azhar Mesir dalam pembangunan pedesaan sangat penting. Terlebih selama ini di Jabar sering muncul berita tentang perkembangan aliran sesat. Seperti halnya di Bogor, Kuningan dan lainnya.
"Seperti Gafatar, itu disebabkan karena kurangnya ustad dan kiai yang menjadi panutan, sehingga masyarakat pun salah memilih panutan," jelas Heryawan disela acara Rapat kerja nasional lembaga persahabatan ormas islam di badan pengembangan sumber daya manusia (BPSDM) Cipageran Cimahi Utara, Senin (15/5).
Menurutnya saat ini jumlah ustad dan di kiai di pedesaan kurang memadai. Hal itu seiring dengan banyaknya yang bermigrasi ke kota.
"Makanya di desa desa kekosongan kiai, makanya muncul kesesatan di desa. Apalagi lulusan di kampus pun hobinya tinggal di kota kota, ini yang perlu diselesaikan," katanya.
Oleh karena itulah lanjut Heryawan, pihaknya menggagas supaya para lulusan kampus bisa kembali ke desa dan mengembangkan nilai nilai agama di pedesaan. Termasuk juga mengembangkan perekonomian masyarakat desa.
"Rencanannya ada sekitar 500 mahasiswa lulusan Al Azhar yang akan kita sebar ke berbagai desa di Jawa Barat, Insya Allah kami akan realisasikan," katanya.
Sebetulnya lanjut Heryawan, pihaknya sudah membicarakan hal tersebut dengan para mahasiswa di Al Azhar Mesir. Termasuk juga berkoordinasi dengan pihak kampus Al Azhar.
"Kami akan saling bantu dengan mahasiswa Al Azhar asal Jawa Barat. Salah satu komitmen mahasiswanya adalah kembali ke desa dan membangun desa desa," katanya.
Lebih lanjut Heryawan mengatakan, peran mahasiswa dipedesaan sangat penting. Apalagi saat ini dana yang bergulir di pedesaan cukup besar seiring dengan adanya bantuan dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Kota.
"Bahkan tahun depan bisa mencapai sekitar Rp 1,5 miliar, karena ada anggaran dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota. Tentunya dengan anggaran besar tersebut, maka perkembangan desa menjadi lebih optimal," pungkasnya.(bon/rmol/mam/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
