Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Juni 2017 | 15.05 WIB

Pukul Staf Ahli DPRD, Mobil Dinas Bupati jadi...

Mobil dinas Bupati Mimika yang dirusak massa - Image

Mobil dinas Bupati Mimika yang dirusak massa

JawaPos.com – Seorang staf ahli DPRD Mimika, Wilhelmus Dekme Raharusun menjadi korban tindak penganiayaan pada Minggu (11/6) di depan Rimba Papua Hotel (RPH). Ironisnya, pelakunya diduga adalah oknum Bupati Mimika, Eltinus Omaleng.

Namun akibat peristiwa itu, massa beramai-ramai mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) sekitar pukul 20.35 WIT dan kemudian melakukan aksi pengrusakan terhadap mobil dinas bupati, plat DS 1 M yang ada di lokasi kejadian.

Kapolres Mimika, AKBP Victor D Mackbon, SH SIK MH MSi di hadapan sejumlah anggota DPRD dan massa di depan RPH malam itu mengatakan, kasus ini akan diserahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan.

“Bagi masyarakat yang melihat secara langsung, agar memberikan keterangan kepada penyidik untuk mengungkap kasus pemukulan tersebut," kata Victor sebagaimana dilansir dari Radar Timika (Jawa Pos Group).

Victor juga menyayangkan pengrusakan terhadap kendaraan dinas bupati. Sehingga ia menghimbau kepada massa dan anggota DPRD agar kembali ke rumah masing-masing, dan nantinya datang lagi pada pagi hari, Senin (12/6) pukul 7.00 WIT untuk melakukan pertemuan dengan gubernur.

“Saya harapkan agar kejadian yang terjadi di RPH, batas sampai disini, tidak boleh dibawa keluar. Saya tidak mau saudara-saudara ada perang. Jangan sampai ada provokasi. Kalau ada informasi yang merugikan agar disampaikan kepada kepolisian, atau ke Ketua DPRD, Elminus Mom," kata Victor.

Disampaikan Victor, jangan sampai persoalan ini merugikan orang lain, keluarga dan anak-anak. Di Timika, sebutnya, ada persoalan besar yang terjadi, yaitu persoalan karyawan. Untuk itu diharapkan tidak mencampur adukan persoalan yang terjadi.

Persoalan yang terjadi agar diserahkan kepada aparat keamanan. Kalaupun ada informasi agar disampaikan ke Kepolisian atau ke DPRD. “Kalau mau proses hukum, proses hukum perang itu tidak ada jawabannya. Kalau perang sama saja masyarakat dibodohi," ujarnya.

Victor mengatakan, terkait penganiayaan akan ditindak lanjuti sesuai aturan hukum. “Untuk dugaan pemukulan, kita serahkan kepada proses hukum,” tandas Victor.

Sementara itu, pengamatan Radar Timika, massa yang berjumlah sekitar 20 orang berencana akan terus menduduki halaman hotel, hingga ada keputusan dari gubernur Provinsi Papua terkait masalah yang dihadapi di Mimika.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, bahwa sebelumnya staf ahli DPRD Mimika, Wilhelmus Dekme sedang berbicara dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe di dalam hotel. Kemudian, sambil berjalan masuk ke ruang lobi, bersamaan muncul Bupati Mimika, dan langsung memanggil Wilhelmus Dekme. Setelah berjabat tangan, bupati diduga melakukan pemukulan.(rex/sad/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore