
Ilustrasi
JawaPos.com - Sebuah kecelakaan terjadi di ruas jalan HB Yasin eks Agussalim, tepatnya di Kelurahan Pulubala, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, pada Rabu (10/5). Pengendara motor Hoanda Beat dengan plat nomor polisi DM 2385 JD, Lordita (19), yang sedang mengantar kedua adiknya Veo (5) dan Hetler (8) ke sekolah, tiba-tiba disambar sebuah mobil ambulans warna abu-abu.
Ambulans pengangkut pasien yang tak menyalakan sirene itu terus melaju meninggalkan Lordita dan kedua adiknya yang jatuh terpental di badan jalan.
Informasi yang dihimpun Gorontalo Post (Jawa Pos Group), kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 08.30 wita ini, berawal ketika Lordita yang berdomisili di Kecamatan Telaga ini sedang membonceng kedua adiknya untuk berangkat ke sekolah. Seperti hari-hari biasanya, dari arah Telaga, dia melintasi jalan HB Yasin menuju arah pusat Kota Gorontalo.
Namun, saat memasuki kelurahan Pulubala, Lordita yang mengaku hanya berkendara dengan sangat pelan itu, tiba-tiba saja langsung disambar oleh sebuah mobil ambulans yang melaju kencang dari arah belakang.
"Saya kaget, karena mobil ambulans itu tidak menyalakan sirenenya, serta tidak membunyikan klakson. Tiba-tiba motor saya langsung disambar. Padahal motor saya sudah berjalan di tepian jalan. Saya juga sempat merasakan bodi mobil itu ketika menghantam pundak saya saat itu," ujar Lordita yang masih trauma dengan kejadian yang menimpanya ini.
Sontak para warga setempat langsung berkumpul dan menolong para korban. Lordita dan Hetler mengalami luka lecet di sekujur tubuh. Sementara Veo yang merupakan adik bungsu, mengalami luka robek pada bagian kepalanya. Beruntung tak ada korban jiwa pada kejadian ini, Lordita dan kedua adiknya dilarikan ke Rumah Sakit Islam Gorontalo.
Namun, yang paling disayangkan pada peristiwa ini adalah pengemudi ambulans yang seakan acuh, memilih kabur dan meninggalkan para korban yang masih tergeletak di badan jalan dengan sejumlah luka itu.
"Kami sudah tidak sempat lihat plat nomor mobilnya. Yang pasti warnanya abu-abu. Larinya kencang tapi herannya tidak unyikan sirene," kata Iyan, warga setempat yang juga saksi mata kejadian tersebut. (tr-55/sad/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
