Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Mei 2017 | 16.41 WIB

Ini Kata Sejarawan soal Penemuan Bungker Diduga Penjara Bawah Tanah

Warga Ciomas digegerkan sebuah penemuan ruang rahasia peninggalan zaman pemerintahan Hindia-Belanda, di Desa Pagelaran, Lingkungan Pesantren Al fatah komplek sekolah Maarif. - Image

Warga Ciomas digegerkan sebuah penemuan ruang rahasia peninggalan zaman pemerintahan Hindia-Belanda, di Desa Pagelaran, Lingkungan Pesantren Al fatah komplek sekolah Maarif.

JawaPos.com - Bungker di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah di Pagelaran Ciomas Bogor, Jawa Barat diduga merupakan penjara bawah tanah peninggalan Belanda. Bagaimana analisa sejarawan terkait temuan itu?

Sejarawan Universitas Padjadjaran (Unpad), Kunto Sofianto mengatakan, pemerintah perlu meneliti lebih lanjut penemuan ruangan bawah tanah di Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu.

Kunto menduga, ruang bawah tanah itu merupakan bunker. Dia mengatakan, bunker ditemukan di di wilayah pusat pemerintahan Hindia Belanda. Misalnya di Buitenzorg atau Bogor.

Selain itu, bunker juga ditemukan di tanah Priangan, seperti Bandung dan Garut. “Gedung Sate dekat Stasiun Bandung. Kemungkinan itu bisa juga. Tetapi kan ini belum diteliti,” ujarnya kepada Pojokjabar (Jawa Pos Group), Kamis (11/5).

Sekilas, lanjut Kunto, batu bata yang terlihat pada bibir masuk ruangan bawah tanah di Ciomas Bogor tampak seperti bangunan Belanda. “Bisa diasumsikan peninggalan Nerderlasindiche atau Hindia Belanda,” imbuh Kunto.

Kendati demikian, untuk membuktikan autentisitas atau keasliannya, perlu didukung penelitian. Penelitian ini harus melibatkan ahli arkeolog dan sejarawan.

Kunto menjelaskan, pada zamannya bunker difungsikan sebagai lokasi pelarian. Fungsi lain untuk menyimpan benda berharga para pejabat.

“Karena melihat keamanan, konsep seperti ini diadopsi daratan Eropa, seperti lorong di Yogjakarta atau Batavia untuk lorong pelarian raja,” ucapnya.

Peninggalan ini, lanjut Kunto, merupakan peninggalan cagar budaya sarat akan nilai sejarah. Pemerintah Hindia Belanda menyiapkan lokasi pada saat situasi darurat dan rahasia.

“Bisa digunakan segala macam, tempat bersembunyi, menyimpan benda tertentu dan menyimpan sesuatu yang berharga,” punkas Kunto. (don/pj/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore