
Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar berharap kasus TKI Rabitah tidak berulang
JawaPos.com - Kasus Sri Rabitah yang diduga kehilangan ginjalnya, resmi dilaporkan ke Polda NTB. Kemarin (11/4), Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar dan tim pendamping Sri Rabitah menyerahkan sejumlah dokumen untuk membantu proses penyelidikan aparat kepolisian.
”Ini bukan hanya persoalan ginjal, tapi juga kemanusian,” kata Najmul seperti ditulis Lombok Pos (Jawa Pos Group), Rabu (12/4).
Sejumlah dokumen diserahkan Bupati ke Dirreskrimum Polda NTB, kemarin.
Menurutnya, apa yang menimpa Rabitah, dinilai Najmul sebagai fenomena gunung es. Meski nampak kecil, namuan dia meyakini ,masih banyak tenaga kerja Indonesia yang mengalami nasib seperti Rabitah. ”Dibawah banyak rabitah-rabitah lain yang mengalami persoalan yang sama,” ujar dia.
Karena itu, mereka berharap kepolisian bisa segera menindaklanjuti laporan yang diberikan. Melakukan investigasi untuk kasus yang menimpa Rabitah. Sehingga bisa menemukan fakta yang sesungguhnya. Mencari siapa yang bertanggung jawab dalam persoalan Rabitah.
Terpisah Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Irwan Anwar memberikan apresiasi atas kunjungan, sekaligus menyampaikan laporan, yang dilakukan Bupati KLU dan tim pendamping Sri Rabitah.
”Selama ini kita mengalami kesulitan untuk berkomunikasi, jadi dengan ini diharapkan bisa mempermudah penanganan kasusnya,” kata dia.
Kata Anwar, laporan yang disampaikan bukan terkait kasus Sri Rabitah saja yang ginjalnya diduga hilang. Tetapi juga pada perekrutan yang Rabitah ketika hendak bekerja di luar negeri. Misalnya, pemalsuan dokumen kelahiran, kartu keluarga, dan KTP.
”Itu akan kami pelajari sejauh mana dugaan pemalsuan, penipuan tenaga kerja, terkait perekrutannya di NTB,” ujarnya.
Masuknya laporan kasus Rabitah, dinilai Anwar bisa menjadi kunci. Pintu masuk untuk menyelidiki mekanisme perekrutan tenaga kerja di NTB.
Saat disinggung mengenai dugaan ginjal Rabitah yang hilang, Anwar mengatakan pihaknya masih berpedoman pada keterangan yang diberikan RSUP NTB. Tim dokter yang memeriksa Rabitah, menyatakan bahwa organ tubuh Rabitah ternyata masih utuh.
Meski demikian, kepolisian akan tetap menyelidiki kemungkinan adanya dugaan TPPO maupun penjualan organ. Hasil medis dari pemeriksaan Rabitah juga akan didalami kepolisian.(dit/r2/nas/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
