Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Maret 2017 | 09.14 WIB

Penyelam SAR Air Asia Gembleng Calon Prajurit Elite di Pasir Putih

STANDARDISASI: Salah satu siswa pendidikan juru selam (Dikjursel) saat melakukan latihan penyelaman di laut sekitar pantai pasir putih Situbondo. - Image

STANDARDISASI: Salah satu siswa pendidikan juru selam (Dikjursel) saat melakukan latihan penyelaman di laut sekitar pantai pasir putih Situbondo.

JawaPos.com – Suasana Pantai Pasir Putih, Situbondo, hampir enam bulan belakangan ”dikuasai” sekelompok orang. Sedikitnya 20 siswa pendidikan juru selam TNI-AL berlatih di pantai sejak akhir September 2016. Mereka bergabung dengan belasan pelatih selam dalam pendidikan brevet.


Mereka berada di bawah Pusat Pendidikan Khusus (Pusdiksus) Komando Pendidikan Operasi Laut (Kodikopsla) Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal). Aktivitas satuan penggembleng salah satu pasukan elite matra laut itu memasuki materi latihan praktik.


Diharapkan siswa juru selam itu memenuhi standardisasi penyelam internasional. ’’Kami terus mengupayakan standardisasi pendidikan selam bersertifikasi internasional,’’ kata Komandan Kodiklatal Laksda TNI I.G. Putu Wijamahaadi saat memberikan pengarahan kepada siswa kemarin siang (9/3) di pinggiran Pantai Pasir Putih.


Perwira tinggi dua bintang itu turut menyaksikan beberapa geladi. Selama latihan praktik memasuki bulan terakhir pendidikan, sejumlah materi mereka pelajari. Di antaranya, kerja penyelaman berupa empat aktivitas. Yakni, inspeksi bawah air disertai perbaikan, pengelasan dan pemotongan bawah air, pencarian bawah air dan recovery, serta pengapungan.


Dua materi lain adalah demolisi dan penyelaman. Materi penyelaman pendidikan juru selam menjadi salah satu ciri khas yang membedakan dengan penyelam non-TNI-AL.


Selain lihai menyelam dengan alat selam scuba sampai 20 meter, siswa dilatih menyelam lebih dalam dengan risiko minimalis seperti potensi dekompresi. Yakni, memakai peranti alat selam kirby morgan band (KMB).


KMB mirip baju astronot saat berada di ruang hampa udara. Dengan menggunakan KMB, mereka dapat menyelam di kedalaman sampai lebih dari 40 meter. Media pernapasan menggunakan gas campuran bernama Heliox. Putu menambahkan, dengan sertifikasi internasional penyelam, alumnus pendidikan khusus tersebut diharapkan dapat mendongkrak nilai tawar.


Apalagi, tim pelatih diperkuat prajurit dinas penyelamatan bawah air (dislambair) dua armada. Yakni, Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) maupun Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar).



Di antara prajurit dislambair itu, ada yang terlihat dalam misi pencarian AirAsia QZ-8501 yang jatuh di Selat Karimata pada akhir 2015. ’’Setelah pensiun dari anggota pun, kalian masih punya kemampuan untuk bekerja penyelaman dengan perusahaan-perusahaan asing,’’ ucap Putu. (sep/c17/diq/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore