Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Juni 2017 | 13.30 WIB

Terobos Perlintasan, Ibu-Anak Tewas Tersambar Kereta Api

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com- Sudah berkali-kali terjadi kecelakaan di lintasan kereta api. Berkali-kali pula penyebab utamanya adalah kenekatan pengendara melintasi rel saat kereta api sudah dekat. Peristiwa seperti itu kembali terjadi di lintasan kereta api Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kediri. Dua orang meninggal di lokasi kejadian hanya gara-gara nekat menerobos palang pintu lintasan. Padahal, saat itu ada kereta api yang melaju.



Yang membuat trenyuh, salah seorang korban meninggal masih duduk di taman kanak-kanak. Dia adalah Aisyah Nur Maulia, 6. Saat kejadian, dia tengah dibonceng ibunya, Nanik Intianah, 35. Mereka adalah warga Desa Rembang, Kediri. Aisyah meninggal di tempat kejadian. Sedangkan sang ibu meninggal sekitar pukul 15.00 di Rumah Sakit Umum Gambiran, Kota Kediri.



Meninggalnya ibu dan anak itu tentu saja meninggalkan duka yang amat dalam bagi keluarganya. Suasana tersebut tampak jelas tergambar di rumah duka yang hanya berjarak 200 meter dari lokasi kecelakaan. ’’Mohon maaf, kami belum bisa memberikan keterangan. Sebab, kondisi kami juga masih shock,’’ kata seorang pria yang mengaku kakak ipar korban.



Kesedihan keluarga korban tentu saja sangat dimaklumi. Kecelakaan tersebut memang tragis. Terjadi karena Nanik terburu-buru mengantar sang anak ke sekolahnya, di TK Al Aqsa, Kamis (8/6). Jarak sekolah tersebut sekitar 400 meter dari rumah korban.



Menurut informasi yang dihimpun, waktu masuk sekolah tersebut pukul 08.00. Sementara itu, korban berangkat sudah mendekati waktu bel masuk. Nanik mengantar anaknya dengan mengendarai Honda Vario hitam bernopol AG 6555 JN. Dari rumahnya yang berada di Jalan Raya Kediri–Tulungagung, korban meluncur ke selatan. Sang anak diboncengkan di depan.



Ketika sampai di lintasan kereta api, ternyata palang pintu sudah tertutup. Kereka api Krakatau jurusan Blitar–Jakarta akan lewat. Namun, karena tergesa-gesa, korban memilih berbelok ke jalan tikus untuk memutari palang pintu lintasan. Kebetulan, di sisi selatan palang pintu lintasan terdapat jalan tikus yang biasa digunakan warga.



Jalan tikus itu, selain digunakan untuk menuju perkampungan di sisi barat rel kereta api, sering digunakan pengendara yang ingin memutari palang pintu. Dengan begitu, mereka bisa berada di antrean bagian depan. Namun, pengendara yang berada di pinggir rel biasanya langsung melintas ketika merasa kereta masih agak jauh.



Nah, tindakan terakhir itulah yang dilakukan korban. Mungkin karena merasa kereta masih jauh, korban nekat melintasi rel. Padahal, menurut saksi mata, saat itu jarak kereta api sangat dekat. Saat roda depan kendaraan korban melintasi rel, kereta Krakatau langsung menyambar.



Begitu tersambar, Nanik terpental dari motornya. Dia jatuh beberapa meter di jalanan. Kepalanya membentur aspal terlebih dahulu. Walaupun berhelm, diperkirakan benturan itulah yang mengakibatkan luka robek di kepala korban. Akibatnya, korban sekarat.



Sedangkan motor yang dikendarai korban terpental lebih jauh lagi. Sepeda motor tersebut berhenti ketika menabrak pancang besi yang tertancap di pinggir jalan.



Lebih tragis adalah nasib sang anak. Gadis kecil tersebut sempat terseret lokomotif kereta api sejauh 50 meter. Bocah taman kanak-kanak itu tewas lantaran luka robek di kepala bagian belakang. ’’Tubuhnya kami temukan di tepi rel kereta api dalam kondisi meninggal,’’ ujar Kasihumas Polsek Ngadiluwih Aiptu Anwar Sanusi. (zl/dna/fud/JPG)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore