
Ilustrasi
JawaPos.com - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Kalbar meringkus oknum Syahbandar Melano. Beberapa petugas Syahbandar terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan Pungli izin pelayaran.
Tim Saber Pungli meringkus petugas Syahbandar Melano berinisial Tn dan Sn dan seorang pengusaha pelayaran berinisial Db terkait Pungli izin pelayaran. Kendati belum ada rilis resmi dari kepolisian, namun lima petugas Syahbandar Melano dimintai keterangan terkait dugaan Pungli tersebut.
Petugas Sahbandar Melano, Syahrani membenarkan, hingga saat ini ada beberapa rekannya masih dimintai keterangan oleh kepolisian terkait OTT dugaan Pungli. Dari lima rekannya yang diperiksa, salah seorangnya sudah kembali bertugas. Sedangkan empat lainnya belum kembali dari kantor polisi. Saber Pungli juga menyita satu unit mobil dinas Syahbandar.
“Plh Syahbandar dan beberapa staf PTT sampai sekarang belum kembali menjalankan tugas, setelah peristiwa penangkapan,” kata Syahrani dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (2/4).
Diakui Syahrani, saat penangkapan, dirinya tidak berada di tempat. Informasi yang dia ketahui, OTT itu terkait izin di bidang pelayaran pada Selasa (25/4) malam.
Memperlancar izin pelayaran, diduga satu kapal harus menyetor Rp 400 juta. Sayangnya Syahrani enggan berkomentar dengan alasan dia tidak melihat secara langsung Pungli tersebut.
“Intinya berapa jumlah uang dan bagaimana proses hukumnya saya tidak berani berkomentar. Saya dapat informasi ada petugas dengan seragam preman tapi ada atribut polisi dikalungkan di leher yang mengamankan petugas kita waktu itu,” jelas Syahrani.
Hingga saat ini satu unit mobil dinas milik Syahbandar masih diamankan di Mapolsek Simpang Hilir. Sedangkan keberadaan para tersangka belum diketahui diamankan di mana. Jajaran Polres Kayong Utara juga belum memberikan keterangan resmi. Alasannya masih pendalaman kasus.
Pasca penangkapan petugas Syahbandar Melano disambut baik pelaku usaha pelayaran. Di antaranya Adroi, nakhoda kapal tugboat yang bersandar di wilayah Syahbandar Melano. “Saya senang jika ada penangkapan Pungli, kalau bisa terus dilakukan,” kata Adroi.
Walaupun dirinya belum pernah mengalami Pungli, namun Adroi mengaku pernah dipersulit dalam perizinan berlayar. (lud/fab/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
