Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Agustus 2017 | 13.27 WIB

Takut Kena Murka, Sang Pacar Jadi Bidan "Dadakan" Selamatkan Kekasih

Bermodal gunting dan sarung, proses persalinan saat subuh hari di pinggiran jalan bersemak bisa berjalan lancar. - Image

Bermodal gunting dan sarung, proses persalinan saat subuh hari di pinggiran jalan bersemak bisa berjalan lancar.

JawaPos.com - Bila berpacaran sudah kelewat batas, maka akan banyak mudarat yang dialami. Kalau sudah kepalang basah sepasang kekasih pun terpaksa berbuat nekat agar selamat dari murka orang tua. Namun sepandai-pandai menyimpan keburukan, hal itu akan tercium juga.


Hal itulah yang dialami MI, pemuda tukang las berusia 19 tahun bersama kekasihnya berinisial AU, siswi kelas XII SMA di Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). MI nekat jadi bidan dadakan menyelamatkan kekasihnya AU yang sudah mau melahirkan atas perbuatan haram mereka berdua.


Agar tidak diketahui orang mereka melakukan persalinan di pinggir jalan, dengan bantuan alat dadakan dan dipandu oleh tutorial dari Youtube.


Bermodal gunting dan sarung, proses persalinan saat subuh di pinggiran jalan bersemak bisa berjalan lancar. Jumat (25/8) menjelang azan salat Subuh, AU mengontak pacarnya, MI. AU mengatakan, perutnya sakit seperti hendak melahirkan.


AU dan MI sudah lama berpacaran. Desa mereka berdekatan, si perempuan tinggal di Desa Gunung Sari, sekitar 14 kilometer dari pusat kota. Sedangkan si lelaki tinggal di Desa Sebelimbingan.


Pacaran dua remaja itu sudah kebablasan. Sebab, AU telah hamil tua. Mendapat telepon kekasihnya, MI menyarankan AU ke luar rumah dan menunggu di tepi jalan.


MI di rumah gelisah, mau melapor ke orang tua tapi takut kena murka. Ibunya sudah lama mewanti-wanti agar pacaran jangan sampai kelewat batas. Akhirnya MI nekat minta izin ke luar rumah subuh buta itu.


Sang ibu sempat bertanya, MI mau ke mana, karena bahan bakar kendaraan tua mereka tinggal sedikit. "Dekat saja, jemput teman." Begitu kata MI seperti diceritakan ibunya kepada Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group).


MI kemudian berkendara ke tempat kekasihnya menunggu, tidak jauh dari rumah AU. Selama ini AU tinggal dengan neneknya yang penglihatannya agak terganggu. Orang tuanya bekerja di luar kota.


Melihat AU sudah kesakitan, tanpa pikir panjang, MI membawanya ke semak-semak. Di sanalah kemudian terjadi peristiwa persalinan serbadarurat. MI sibuk browsing cara membantu ibu melahirkan. Dia ikuti semua cara-caranya. Ketika anaknya sudah mau keluar, dia pun membuka YouTube.


Beruntung, sinyalnya baik. Dia pun mengikuti tutorial di YouTube untuk membantu pacarnya melahirkan. Berdasar keterangan Kasatreskrim Polres Kotabaru AKP Suria Miftah Irawan, anak perempuan pasangan itu lahir pada pukul 05.30.


MI kemudian menggunting tali pusat anaknya dan membungkus sang bayi dengan sarung. Gunting dan sarung sudah dipersiapkannya dari rumah. Lantas, MI meminta kekasihnya pulang dan beristirahat. Sementara itu, dia bergegas membawa sang bayi ke tepi jalan sekitar 500 meter dari tempat bersalin. Dia menaruhnya di pinggir cerukan jalan, mungkin dengan alasan agar sang anak tidak terlalu kedinginan.


Pemuda kurus itu kemudian berlari ke arah desa. Di rumah terdekat, dia mengabarkan telah menemukan bayi di jalanan. Tanpa pikir panjang, Lastri, si empunya rumah, bergegas ke lokasi bayi yang ditunjuk. Ketua RT Ali Murdani pun dikabari. Dia pun segera menjemput bidan Susi Fitriah yang kebetulan istri bhabinkamtibmas Bripka Suyitno.


Kabar itu menyebar cepat ke jajaran kepolisian. Sementara itu, Susi membawa bayi ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan cepat. Di situ sudah hadir Kasatreskrim Polres AKP Suria Miftah dan anggota lainnya.


Karena penanganan cepat, bayi pun selamat. Sang bayi segera dibawa ke RSUD Kotabaru. Sementara itu, Suria Miftah segera melakukan olah TKP dan MI pun dibawa karena menjadi saksi pertama.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore