
Kawasan pendakian Gunung Merapi
Jawapos.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) akan melakukan pendekatan kepada warga di zona merah Kawasan Rawan Bencana (KRB) Merapi. Untuk mengetahui harapan atau keinginan mereka, yang merupakan korban terdampak erupsi pada 2010 silam.
"Akan kita komunikasikan apa yang mereka harapkan. Itu bentuk pelayanan mitigasi kita," kata Krido Suprayitno, Kepala BPBD DIJ, ditemui di Lapangan Jangkang, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Rabu(18/10).
Dikatakannya, saat ini masih asa setidaknya 607 Kepala Keluarga (KK) yang masih tinggal di zona merah KRN III. Tak hanya di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan saja, namun juga tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Sleman.
Perkembangannya saat ini, dari 607 KK tersebut ada 20 KK yang sudah ingin dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Untuk dibuatkan Hunian Tetap (Huntap) seperti warga lainnya yang telah lebih dulu dipindah sejak 2011 sampai 2013 silam. "Itu kan perkembangan yang positif. Mereka yang tetap bertahan di KRB III kan karena merasa nyaman dan pekerjaan," tuturnya.
Mereka yang belum berminat untuk dievakuasi ini juga telah disiapkan lahan seluar 5 hektare. Tanah kas yang dibeli oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sudah dijadikan aset Pemda DIJ.
Selain itu juga, permasalahan yang mulai timbul di Huntap. Yaitu warga yang sudah mulai bertambang anggota keluarganya dengan hanya tinggal di rumah yang luasnya 100 meter persegi. "Akan kita inventarisasi, bagaimana perkembangannya," tuturnya.
Menurutnya, untuk warga di Huntap nantinya akan ada kegiatan lapangan. Berupa pengembangan aspek usaha. "Bukan bedol desa (pindahan), tapi akan ada pengembangan alih profesi," ucapnya, saat acara Gladi Lapangan Bencana Erupsi Merapi.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) DIJ, Gatot Saptadi, yang datang ke lokasi gladi, mengatakan Merapi jangan dijadikan musuh atau hal yang menakutkan.
Namun, dijadikan sahabat dan diketahui perilakunya. "Kita tahu perilaku Merapi, kita tahu apa yang akan dilakukan," pungkasnya.(dho/JPC)
Caption foto:
Krido Suprayitno, Kepala BPBD DIJ saat Gladi Erupsi Merapi di Lapangan Jangkang, Wedodomartani, Ngemplak, Sleman, Rabu (18/10).(ridho hidayat/Jawapos.com)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
