
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad (baju putih)
JawaPos.com - Telantarnya pasien RSUD Embung Fatimah Batam akibat dokter yang mogok kerja, karena jasa intensif mereka belum juga dibayarkan oleh pemerintah daerah setempat membuat Wakil Wali Kota Batam Amsakar turun tangan.
Bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin, Amsakar mengajak para dokter untuk berdialog di ruangan komite medik RSUD.
Usai pertemuan tertutup itu berlangsung, dia membenarkan jika aksi mogok para dokter itu terkait hak jasa medis para dokter yang belum dibayarkan.
"Uang jasa medis rekan-rekan dokter ini belum dibayar. Kami sudah sama-sama menguraikan masalah ini dan hasilnya ternyata ada dua faktor," ujar Amsakar seperti yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group).
Dua faktor yang menghambat tersebut, yakni kondisi RSUD yang sedang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Propinsi (BPKP) serta belum ada SK Wali kota sebagai payung hukum untuk membayar insentif yang dituntut oleh para dokter itu.
"SK Wali kota belum ada juga karena masih diaudit rumah sakit ini oleh BPKP. Pak Gunawan (Direktur RSUD) juga harus memegang prinsip hati-hati kalau belum ada payung hukumnya. Makanya timbulah masalah ini," ujar Amsakar.
Untuk menyelesaikan persoalan itu, tentu manajamen RSUD harus menunggu hasil audit BPKP untuk mendapatkan kejelasan terkait keputusan wali kota nanti. "Hasil audit itu menjadi patokan keputusan wali kota nanti apakah dibayar atau tidak," ujarnya.
Jika memang tuntutan para dokter tersebut mendesak, maka opsi lain yang ditawarkan adalah meminta pendapat dari BPKP sebagai referensi manajemen RSUD untuk mengambil langkah selanjutnya apakah dibayar atau tidak. "Itu harus ada hitam diatas putih. Kalau iya (bisa dibayar) ya harus ada pegangan agar nanti tidak disalahkan lagi," ujar Amsakar.
Menjelang hasil audit BPKP, langkah yang akan diambil Pemko Batam bersama manajemen RSUD membentuk tim khusus untuk membahas peraturan wali kota sebagai payung hukum atas uang jasa medis para dokter tersebut.
"Kami juga akan bentuk tim kecil untuk menyelesaikan persoalan ini secepatnya. Makanya kawan-kawan dokter saya minta untuk bersabar dan kembali menjalankan tugas dan fungsinya sebagai dokter untuk melayani masyarakat," imbau Amsakar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
