
Kobaran api yang menghanguskan belasan rumah di RT 4, Desa Sidomulyo, Kecamatan Tabang, Kukar, Kamis (10/8) malam.
JawaPos.com - Kobaran api menghanguskan belasan rumah di RT 4, Desa Sidomulyo, Kecamatan Tabang, Kukar, Kamis (10/8) malam. Tak hanya membakar belasan rumah, satu buah sarang burung walet ikut jadi arang.
Lantaran tak ada unit petugas pemadam kebakaran (damkar) tingkat desa dan kecamatan, api dipadamkan dengan cara tradisional. Tak hanya dengan alat pompa air, tetapi juga dengan merusak rumah warga agar api tak terus meluas.
Paur Subbag Humas Polres Kukar Iptu Sabar mengatakan, dari informasi yang dihimpun, terdapat 15 unit rumah yang terbakar, sedangkan empat rumah lainnya dirusak warga untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran. Selain itu, ada satu sarang burung walet yang ikut terbakar. Menurutnya, api mulai terlihat sekitar pukul 23.15 Wita dari rumah seorang warga berinisial As.
Api diduga berasal dari arah dapur atau sekitar kompor rumahnya. Sedangkan api pertama kali dilihat istri As, berinisial Na. "Jadi, awalnya, istri korban terbangun dari tidur kemudian melihat api berasal dari arah dapur. Selanjutnya, api menjalar ke bagian lantai dan dinding dapur, lalu meluas ke rumah lainnya," terang Sabar dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Sabtu (12/8).
Mengetahui terjadi kebakaran, warga sekitar lalu berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Sejumlah alat pompa dikumpulkan untuk menyiram api. Namun, api terus berkobar hingga menjalar sejumlah rumah di lokasi tersebut. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.20 Wita setelah warga yang rumahnya belum tebakar merelakan rumahnya dirusak. Hal ini untuk mencegah api terus meluas di sekitar lokasi.
"Kendala pemadaman api juga karena tidak ada unit damkar tingkat desa dan kecamatan. Sehingga api tidak bisa dikendalikan dan dipadamkan segera. Terpaksa ada rumah warga yang harus dirusak untuk mencegah api terus meluas," ujarnya.
Dikatakan Sabar, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 3 miliar. Sementara itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti sebagai petunjuk untuk mengungkap penyebab kebakaran. Seperti potongan kayu serta tabung gas yang ikut terbakar.
"Untuk penyebab pasti kebakaran masih diselidiki lebih lanjut. Untuk dugaan sementara adalah dari arah kompor. Tapi, masih harus dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
