
Gubernur Kalbar Cornelis saat memukul gong, simbol peresmian HUT ke-11 Klenteng Hati Murni, Dewa Kham Thian Thai Ti dan Dewi Nam Hoi Kuan Im di Ngabang.
JawaPos.com - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Cornelis ikut menanggapi demo 4 November di Jakarta. Dia mengimbau agar masyarakat Kalbar tidak ikut-ikutan dalam aksi demonstrasi tersebut.
Dia juga mengatakan bahwa konstalasi politik menjelang pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta, jangan sampai berpengaruh pada kondisi perpolitikan di Kalbar yang juga menyelenggara pemilihan kepala daerah di kabupaten/kota-nya.
“Biarkan mereka menyelesaikan urusannya. Kita sudah damai di sini, tidak ada masalah,” ujar Cornelis dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Kamis (3/10).
Pilkada di Kalbar hanya dua wilayah saja, Landak dan Kota Singkawang. Cornelis berharap dua wilayah itu tetap menjalankan proses demokrasi yang damai.
“Saya rasa tidak repot mengurusnya. Tentunya tetap menjaga supaya aman, nyaman dan demokratis,” harapnya.
Dia juga menekankan warganya untuk tetap menjaga kedamaian. “Jangan terprovokasi masalah Jakarta. Jakarta urusan Jakarta, kita urus Kalbar, urus Ngabang. Begitu juga daerah lainnya di Kalbar, damai itu indah,” ujar Cornelis.
Sementara itu, isu penistaan agama yang menjadi gejolak aksi demo pada 4 November besok di Jakarta juga mendapat tanggapan dari Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Landak.
Ketua NU Landak H. Ahmad Fauzi mengatakan, tak ada warga Landak yang berangkat dan tak mengimbau untuk berangkat.
“Kita fokus berdoa, agar Jakarta aman tidak ada masalah. Kepada Nahyidin dan para ulama untuk memohon kepada Allah, agar negara tetap aman, tentram dan Allah membantu bangsa Indonesia tetap aman dan damai,” tuturnya.
Terlebih Kabupaten Landak akan menggelar pesta demokrasi yakni Pilkada. Diharapkan pelaksanaan pilkada berjalan aman, lancar, damai, menyejukan suasana. Jangan ada gejolak dan terpancing isu SARA. Apapun yang membuat perpecahan harus dijauhi.
“Kita di Landak selama ini sudah bagus, kondusif, bersaudara tidak ada perbedaan antara suku, agama, ras. Maka kita jaga kebersamaan ini,” tegas Fauzi.
Dia mengajak semua pihak menjaga kebersamaan. Jangan terpengaruh dengan isu di Jakarta dan hal yang bisa menyebabkan terpecah persaudaraan.
“Untuk umat muslim, kita minta tetap bersaudara. Siapapun yang akan membuat kekacauan, isu SARA pasti tidak akan terpancing. Karena kita sudah cukup dewasa,” imbau Fauzi. (Rakyat Kalbar/fab/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
