
Dalam video itu, D dan R memegangi anjing dari dua arah dan melemparkannya ke arah kubangan air yang isinya buaya.
JawaPos.com - Pelapor tiga tersangka pelemparan anjing ke rawa yang menjadi santapan buaya di Sembakung, Kalimantan Utara (Kaltara), tak puas. Pelapor yang berasal dari tiga shelter pencinta hewan itu berharap para pelaku tidak hanya dijerat dengan pasal penganiayaan hewan saja.
Yustinus Stein Siahaan selaku kuasa hukum yang ditunjuk tiga shelter hewan mengatakan, pihaknya tak terima dengan jeratan pasal penganiyaan saja. Kalau dari pasal itu hukuman maksimal yang didapat hanya maksimal sembilan bulan.
Adapun pelapor yang berasal dari shelter pencinta hewan, yakni Animal Defenders, Pejaten Shelter, dan Animals Hope Shelter. Sementara tiga pelempar hewan yang sudah menjadi tersangka di Polres Nunukan itu berinisial D, R, dan G. Mereka dijerat dengan pasal 302 KUHP tentang Penganiayaan Hewan.
"Maka saya akan menghadap Kasi Pidum Kejari Nunukan untuk membicarakan hal ini," ucapnya.
"Target kami adalah masuknya pasal 170 ayat 1 KUHP yang mana ancaman pidananya maksimal 5 tahun 6 bulan," ujar Stein menambahkan.
Sebelumnya, viral di media sosial aksi tak patut dilakukan oleh empat orang pekerja yang teridentifikasi di Sembakung, Kalimantan Utara. Empat orang berinisial D, R, G, dan J itu melempar anjing untuk menjadi santapan buaya dan merekamnya dengan gawai.
Dalam video itu, D dan R memegang anjing dari dua arah dan melemparkan ke kubangan air. Di dalam kubangan itu terdapat buaya. Untuk G dan J, perannya merekam aksi itu.
Saat anjing terlempar, air yang mulanya tenang menjadi bergelombang dan dalam sekejap anjing itu sudah tak terlihat sama sekali.
Sementara itu, para pelaku menertawakan kelakuannya sendiri. Sang perekam D juga berteriak-teriak, "Sikat!" dalam video tersebut.
Menanggapi hal itu, Doni Herdaru Tona dari Animal Defenders menyatakan kelakuan mengorbankan anjing menjadi santapan buaya itu merupakan gambaran mental yang tak beres.
"Bersenang-senang di atas penderitaan makhluk lain," ujar Doni Herdaru Tona saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (16/6).

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
