Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Januari 2018 | 06.35 WIB

9 Siswa 'Menetas' sebagai Montir Pesawat Militer

PECAH TELUR: Tradisi di Lanud Abdulrachman Saleh sebagai simbol kelulusan - Image

PECAH TELUR: Tradisi di Lanud Abdulrachman Saleh sebagai simbol kelulusan


JawaPos.com - Pendidikan kualifikasi khusus juru montir udara (JMU) di Lanud Abdulrachman Saleh, resmi ditutup hari ini, Rabu (24/1).


Tidak biasa, penutupan pendidikan kualifikasi khusus juru montir tersebut dilakukan dengan upacara memecahkan telur kepada para siswa. Maknanya, para peserta pendidikan dinyatakan telah menetas atau lulus. JMU resmi ditutup oleh Kepala Dinas Operasi Lanud Abdulrachman Saleh, Kolonel (Pnb) Reza R. Sastranegara. 


Penutupan pendidikan kualifikasi khusus JMU angkatan ke-12 pesawat Cassa-212 dan JMU angkatan ke-2 pesawat EMB-314 Super Tucano tahun 2018 ini ditandai dengan pelepasan tanda siswa bagi siswa yang telah selesai melakukan pendidikan kualifikasi khusus JMU.


Total, ada sembilan siswa yang mengikuti penutupan pendidikan ini.  Rinciannya, lima siswa JMU pesawat Cassa 212 dan empat JMU pesawat EMB-314 Super Tucano.


Dalam sambutannya, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Julexi Tambayong menjelaskan, tujuan pendidikan JMU adalah pembinaan dalam rangka kaderisasi.


Kaderisasi dilakukan dalam pemenuhan kebutuhan personel menjadi anggota yang berkualifikasi khusus sesuai bidang tugasnya. Dalam hal ini, membantu kesiapan operasi pesawat angkut maupun pesawat tempur TNI Angkatan Udara.


"Tugas (JMU) pesawat terbang adalah membantu pilot atau penerbang dalam mengoperasikan sistem pesawat terbang," kata Reza membacakan sambutan Julexi. 


Tugas JMU lainnya, imbuhnya yakni memberikan masukan dan saran tindakan yang tepat dan aman kepada captain pilot, apabila pesawat mengalami masalah saat akan melaksanakan starting pesawat maupun dalam penerbangan.


Julexi berpesan, JMU agar selalu meningkatkan pengetahuannya dengan terus belajar, rajin bekerja  dan berlatih lebih giat lagi.


Tujuannya, mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni, guna mengatasi masalah yang mungkin timbul pada pengoperasian pesawat. Baik di darat, atau saat penerbangan. 


"Awak pesawat tidak boleh membuat kesalahan sekecil apapun. Karena tugas yang diemban dalam  penerbangan penuh risiko. Sehingga harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, disiplin dan dedikasi yang tinggi dalam setiap situasi," tegas Reza.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore