
ILUSTRASI
JawaPos.com - Melihat migrasi maupun arus baliknya burung-burung yang melintas di langit Yogyakarta, dari Rusia menuju ke Australia dapat menjadi potensi wisata minat khusus yang menarik untuk diangkat. Terutama bagi mereka para penyayang binatang dan peneliti burung, fenomena tersebut tentu dapat memuaskan hasratnya akan berbagai hal.
Salah satu penggemar burung, Ika Hapsari warga Kota Yogyakarta yang juga merupakan anggota dari Jogja Free Fight (JFF) komunitas pecinta burung jinak mengatakan, fenomena migrasi burung itu cukup menarik baginya dan selalu ditunggu setiap tahun.
"Proses migrasi itu membutuhkan waktu yang cukup lama," katanya, Jumat (19/1).
Menurutnya tidak semua burung dapat bermigrasi. Wilayah Yogyakarta cukup beruntung bisa menjadi daerah yang dilewati kawanan hewan tersebut. "Kita dapat melihatnya. Ada kepuasan dan hasrat tersendiri ketika melihat. Sangat indah nan menawan," tuturnya.
Imam Taufiqurrahman, pengamat burung dari Yayasan Kutilang Indonesia menjelaskan, baik saat migrasi atau arus baliknya fenomena ini dapat dilihat di sekitar swalayan Progo dan Hotel Ambarukmo Kota Yogyakarta.
Kemudian untuk di pesisir, biasanya terlihat di Pantai Trisik di wilayah muara yang ada di Kabupaten Kulon Progo. Di pantai ini biasanya ditemui burung-burung yang berhabitat di air untuk mencari makan.
Sementara untuk jenis raptor atau elang, biasanya terpantau di lereng Merapi dan perbukitan Menoreh. "Untuk di kota (Yogyakarta) biasanya sebelum magrib, burung-burung itu singgah untuk istirahat," katanya.
Meski rutin setiap tahunnya, namun fenomena ini hanya diketahui saat momen tertentu saja. Oktober-September mereka baru terlihat berangkat migrasi ke Australia atau New Zealand. Kemudian Februari dan Maret, arus baliknya menuju ke Rusia dan negara-negara tetangga lainnya.
Dikatakan pula, fenomena alam seperti ini dapat juga diangkat sebagai potensi wisata. Karena memang benar-benar sangat disayangkan bila dilewatkan. "Di Thailand itu, sudah menjadi wisata. Tempatnya di sana sangat mendukung," ucapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
