Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 05.31 WIB

Emil Dardak Mendorong Wirausaha Muda Jatim, Ekosistem Pendukung Sangat Penting

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak (tengah) saat menghadiri Diplomat Success Challenge (DSC) Special Roadshow di Hall Gedung Science Technopark ITS Surabaya, Jumat (9/10). (Pemprov Jatim) - Image

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak (tengah) saat menghadiri Diplomat Success Challenge (DSC) Special Roadshow di Hall Gedung Science Technopark ITS Surabaya, Jumat (9/10). (Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak berpendapat, mendorong lahirnya wirausaha muda di Jawa Timur tidak cukup sekadar mengandalkan suntikan motivasi. Diperlukan ekosistem pendukung yang utuh, pendampingan berkelanjutan, akses permodalan, hingga ruang aman untuk menguji inovasi sebelum meluncur ke pasar komersial.

Emil pun menekankan pentingnya gagasan sandbox kewirausahaan sebagai wadah uji coba bagi para founder muda.

"Jangan sampai kemampuan mereka berinovasi itu terkungkung oleh ruwetnya regulasi. Di sini fungsi pemerintah harusnya membuat hal-hal ini jadi lebih mudah," tegas Emil saat menghadiri Diplomat Success Challenge (DSC) Special Roadshow di Hall Gedung Science Technopark Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jumat (9/10).

Melalui sandbox kewirausahaan, lanjut Emil, para pengusaha pemula dapat menguji kelayakan produk, mengukur respons pasar, menetapkan harga kompetitif, hingga membaca peta persaingan bisnis sejak dini tanpa terbentur kendala aturan yang kompleks.

"Yang harus kita cetak itu apa? Entrepreneur-nya atau wirausahanya? Kemampuan beradaptasi, membaca peluang, dan terus berinovasi justru jadi modal penting," tambah Emil.

Pemprov Jatim diakuiny berkomitmen membuka akses pasar yang lebih luas bagi para wirausaha muda melalui program Misi Dagang dan berbagai kegiatan promosi daerah.

Wakil Rektor III ITS, Imam Baihaqi, menyatakan bahwa ITS saat ini tengah bertransformasi dari Research University menuju Entrepreneurial University. Transformasi ini tidak hanya bertujuan mencetak lulusan yang mendirikan perusahaan, tetapi juga melahirkan sarjana berjiwa entrepreneur yang peka terhadap solusi atas persoalan di masyarakat.

"Cara untuk memulai usaha itu adalah carilah masalah di sekitar kita, selesaikan masalah itu dengan solusi-solusi bisnis," tutur Imam.

Ia menjelaskan, ITS telah membekali mahasiswa baru dengan mata kuliah wajib technopreneurship, fasilitas Science Technopark, serta mendorong pengembangan social entrepreneurship yang memiliki dampak sosial nyata.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner DSC, Surjanto Yasaputera menyampaikan, pihaknya terus berupaya memberikan kesempatan yang inklusif dan setara bagi calon pendiri usaha di Indonesia. Menurut Surjanto, ada tiga pilar utama dalam membangun pola pikir kewirausahaan, yakni kemauan personal, pengetahuan, dan keterampilan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore