Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 September 2026 | 22.59 WIB

Insiden Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Putus, KSAD Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab

Kondisi Jembatan Pongpet di Pangandaran pasca insiden dalam peresmian pada pada Minggu (30/8). (TNI AD) - Image

Kondisi Jembatan Pongpet di Pangandaran pasca insiden dalam peresmian pada pada Minggu (30/8). (TNI AD)

JawaPos.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TN Maruli Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf atas insiden dalam peresmian Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran, Jawa Barat (Jabar). Maruli memastikan TNI AD bertanggung jawab.

”Saya selaku kepala satgas jembatan yang ditunjuk oleh presiden, saya pribadi bersama anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” terang Maruli dikutip dari keterangan resmi TNI AD pada Jumat (4/9).

Permohonan maaf disampaikan oleh orang nomor satu di TNI AD itu kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat di Pangandaran yang terdampak insiden yang terjadi pada Minggu (30/8). Investigasi sudah dilakukan oleh jajaran Angkatan Darat atas insiden tersebut.

Berdasar keterangan Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono, insiden tersebut mengakibatkan jembatan yang dibangun oleh Kodim 0625/Pangandaran berubah posisi. Namun, dia menipis informasi yang menyebut jembatan tersebut ambruk.

”Kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan. Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sementara bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama,” kata dia dalam keterangan resmi pada Senin (31/8).

Menurut Donny, saat insiden terjadi, jembatan tersebut dilintasi oleh masyarakat dengan jumlah mencapai 50 orang. Dia menyebut, jumlah itu melampaui kapasitas sudah ditentukan dan telah diinformasikan pada papan pemberitahuan yang terpasang di sekitar jembatan.

”Tali sling pada sisi kiri jembatan terlepas dari pengikat utama dan menyebabkan jembatan menjadi miring,” imbuhnya.

Sebelum insiden tersebut, Kodim 0625/Pangandaran telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan membuat papan pemberitahuan di sisi jembatan. Dalam papan pemberitahuan itu tertulis jelas bahwa jembatan gantung itu seharusnya dilintasi 3 orang atau 1 sepeda motor secara bergantian.

”Namun, antusiasme warga setelah prosesi peresmian menyebabkan ketentuan tersebut tidak diindahkan. Peristiwa terjadi saat jajaran Forkopimda bersama masyarakat bergerak menuju lokasi acara setelah prosesi pengguntingan pita oleh bupati Pangandaran,” jelasnya.

Donny memastikan bahwa pasca insiden, Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran langsung bergerak melakukan penanganan. Jembatan gantung itu saat ini belum dibuka kembali untuk masyarakat dan masih menjalani perbaikan serta evaluasi teknis.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore