Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Agustus 2026 | 23.26 WIB

Usai Kejadian Keracunan, Kepala SPPG Bontang Diduga Blokir Kontak Jurnalis

Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra. (Nasrullah/Bontang Post) - Image

Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra. (Nasrullah/Bontang Post)

JawaPos.com - Penanganan dua kasus keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang belum sepenuhnya terang.

Setelah 83 penerima manfaat dilaporkan mengalami mual dan muntah serta sampel makanan ditemukan mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli), upaya jurnalis meminta penjelasan dari pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) justru menemui jalan buntu.

Dilansir Bontang Post (Jawa Pos Group), nomor WhatsApp Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra, disebut tak lagi dapat dihubungi rekan jurnalis. Diduga telah diblokir.

Pengamat Kebijakan Publik Pokja-30 Kaltim, Buyung Marajo, menilai pengelola program yang menggunakan anggaran negara itu harusnya terbuka terhadap pertanyaan publik.

“Kalau dia memblokir nomor media itu justru salah. Sebagai pejabat publik harusnya bisa tidak tertutup. Apalagi pembiayaan MBG ini pakai APBN. Publik wajib tahu tindak lanjutnya,” ungkap Buyung saat dihubungi, Selasa (18/8/2026).

Buyung juga mengingatkan bahwa keterbukaan informasi publik telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. Menurut Buyung, masyarakat berhak mengetahui hasil evaluasi dan langkah perbaikan yang dilakukan setelah adanya kejadian kesakitan akibat pangan serta temuan bakteri pada sampel makanan

“Kalau tidak bisa menjadi pejabat publik dan tidak bisa memberikan informasi lebih baik mundur,” tegasnya.

Terpisah, salah seorang pejabat Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Regional Kalimantan yang dihubungi menyatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan mengenai substansi kejadian tersebut.

Ia mengatakan komunikasi terkait persoalan MBG saat ini dipusatkan melalui Humas Badan Gizi Nasional (BGN).

“Mohon maaf mas, kami tidak punya kapasitas menjawab itu. Tapi yang jelas dua dapur itu disuspensi, sambil dievaluasi,” ujarnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore