
Petugas gabungan berjibaku memadamkan karhutla di kawasan Gunung Bromo, Kamis (6/8). (Radar Malang)
JawaPos.com - Kementerian Kehutanan meningkatkan penanganan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, melalui operasi gabungan.
Sampai Rabu (5/8) pukul 18.00 WIB, kobaran api yang berada di Blok Watu Gede masih belum berhasil dipadamkan seluruhnya. Manggala Agni bersama personel gabungan masih melakukan upaya pengendalian agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak lebih besar terhadap kawasan konservasi.
Area yang terbakar mencakup sejumlah jenis vegetasi, mulai dari savana, cemara gunung, pakis hingga semak belukar. Proses pemadaman tidak mudah karena petugas harus menghadapi kondisi medan berupa lereng curam dan perbukitan terjal.
Selain itu, karakter vegetasi yang mudah terbakar serta minimnya sumber air turut menjadi kendala. Kebutuhan air untuk pemadaman dipenuhi secara bertahap dengan mengerahkan truk tangki ke lokasi-lokasi yang masih memungkinkan dijangkau oleh petugas.
Pemantauan awal terhadap potensi kebakaran dilakukan melalui Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi+) milik Kementerian Kehutanan. Sistem tersebut mengolah informasi titik panas atau hotspot yang diperoleh dari sejumlah satelit, salah satunya NASA-MODIS.
Pada Selasa (4/8), sistem mendeteksi adanya hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang atau medium confidence. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui ground check untuk memastikan kondisi di lapangan, sehingga pengerahan tim pemadam bisa dilakukan dengan cepat guna mencegah api semakin menyebar.
Penanganan kebakaran melibatkan BBTNBTS selaku pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan kawasan, bersama Manggala Agni Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Operasi tersebut juga diperkuat oleh personel TNI, Polri, BPBD Kabupaten Probolinggo, Masyarakat Peduli Api, serta para relawan.
BBTNBTS bertugas memastikan keamanan kawasan, mengidentifikasi wilayah yang terdampak, mengendalikan akses menuju lokasi kebakaran, menjaga kawasan yang memiliki nilai keanekaragaman hayati, dan mengoordinasikan penanganan di dalam wilayah taman nasional.
Sementara itu, Manggala Agni menangani aspek teknis pemadaman dengan memusatkan upaya pada titik-titik api yang masih menyala agar tidak merambat ke area lainnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
