
Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. (Istimewa).
JawaPos.com - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkokoh posisinya sebagai pionir lembaga pendidikan tinggi yang sukses mengintegrasikan antara sistem pesantren dengan universitas yang mengikuti tren digital saat ini lewat penguatan spiritual bagi lulusannya.
Melalui Ma'had Al-Jamiah Sunan Ampel al-Ali (MSAA) diharapkan dapat membentuk EQ, IQ dan SQ di kalangan mahasiswa tanpa memandang program studi yang tengah dijalani, harapannya lewat ilmu-ilmu yang di ajarkan di pesantren selama tahun pertama perkuliahan menjadi menjadi mahasiswa yang lebih religius serta tidak mudah terjebak kepada kegiatan negatif serta melanggar hukum dan norma agama.
Kepala Pusat Ma'had Al-Jamiah UIN Malang, Dr. Ahmad Izzudin, M.HI., dalam keterangannya, Kamis, mengungkapkan bahwa gagasan integratif ini lahir untuk menjawab tantangan efektivitas pendidikan keagamaan di era modern.
Sistem yang dirintis sejak tahun 2000 ini kini bahkan telah diadopsi oleh berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) hingga madrasah di Indonesia.
"UIN Malang punya gagasan untuk terus berinovasi dalam menjawab dua sistem pendidikan ini dalam satu institusi. Di Ma'had, mereka berada di habitat aslinya sehingga memiliki landasan (basic) yang kuat untuk hidup di lingkungan kampus dan perkotaan," ujar Ahmad Izzudin dalam wawancara tertulis.
Sistem pembelajaran di Ma'had MSAA didasarkan pada klasifikasi kemampuan awal mahasiswa. Ahmad Izzudin (Kepala Pusat Ma'had Al Jamiah) menjelaskan, mahasiswa yang sudah berpengalaman di pesantren akan diarahkan pada kelas tingkat lanjut seperti tafsir dan kepenulisan.
Sebaliknya, mahasiswa yang belum bisa membaca Al-Quran akan dibimbing dari tingkat dasar tanpa memengaruhi beban perkuliahan formal mereka. Kebijakan inklusif ini juga berlaku otomatis bagi mahasiswa asing maupun mahasiswa non-muslim, yang proses pembelajarannya disesuaikan melalui kerja sama dengan lembaga keagamaan terkait.
Program wajib Mahad / asrama ini juga akan diterapkan secara menyeluruh di Kampus 3 UIN Malang yang baru. Melalui sistem ini, mahasiswa secara otomatis terdaftar sebagai mahasantri (mahasiswa) sejak awal masuk perkuliahan.
Staf Penata Layanan Operasional Ma'had Al-Jamiah UIN Malang, Mochamad Agus Nurcahyo, S.Psi., menjelaskan bahwa kegiatan di Ma'had / asrama bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sarana membangun karakter.
Direktur Lumbung Coin Eco-Resort, Rosantika berpendapat mahasiswa yang menjalani satu tahun di Ma'had ini memiliki konsep yang mirip dengan pelatihan intensif untuk mengasah kategori peminatan mahasantri. Melalui bekal kepesantrenan dan kematangan profesional tersebut, lulusan Ma'had diharapkan memiliki ketahanan moral dan adaptasi digital yang kuat setelah mereka tidak lagi tinggal di dalam asrama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022