Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2026 | 19.16 WIB

Fokus Kepentingan Umat, PWNU Sulsel Minta Muktamar ke-35 NU Berjalan Transparan dan Menjaga Persaudaraan 

Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang, Jawa Timur, Abdussalam Shohib saat menemui PWNU dan PCNU seluruh Sulawesi Selatan. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan meminta agar pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berjalan dengan transparan dan menjaga persaudaraan. Oleh karena itu, para calon ketua umum yang akan bersaing agar fokus pada kepentingan umat.
 
Hal itu disampaikan PWNU Sulsel saat menerima kunjungan Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang, Jawa Timur, Abdussalam Shohib. Forum ini mengangkat tema Menjaga Langit Pesantren, Menata Organisasi Serta Menggerakkan Inovasi Demi Melayani Umat Dengan Arif dan Hikmat. 
 
“Saya datang untuk silaturrohim, karena para kiai sepuh di Jawa meminta agar saya sering silaturrohim ke semua elemen NU, terutama para sesepuh NU di daerah-daerah,” ucap Gus Salam, Sabtu (6/6).
 
“Kemarin saya sowan silaturrohim kepada Rais dan Ketua PWNU Sulsel. Beliau berdua adalah ulama panutan di tanah Bugis, sekaligus akademisi hebat yang menjadi referensi generasi muda NU,” imbuhnya.
 
 
Gus Salam menyampaikan, Ketua PWNU Sulsel Hamzah Harun Al-Rasyid meminta agar proses Muktamar dijalankan dengan keterbukaan dan menjaga persaudaraan. Para kandidat tidak saling menjatuhkan.
 
Para calon ketua umum juga diminta memiliki niat lurus, istiqomah dan ikhlas dalam berkhidmah. Oleh karena itu, kandidat perlu memiliki keilmuan yang bagus agar bisa memberi teladan.
 
"Semangat keagamaan mewarisi dan bersanad pada pendahulu kesultanan-kesultanan Bugis. Berkarakter dengan etos tinggi untuk menjaga harmoni sosial. Apalagi, pimpinan dan pengurus NU Sulsel, dominan akademisi dengan keahlian dan spesifikasi yang bisa membawa jam’iyyah pada manfaat nyata bagi umat dan masyarakat,” tambahnya.
 
Lebih lanjut Gus Salam mengungkap pandangannya, bahwa potensi agraris dan maritim Sulawesi Selatan perlu dikelola untuk kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren atau jam’iyyah di tingkat MWC dan Ranting. Jaringan 24 PCNU se-Sulsel menjadi modal mengkonsolidasi keberdayaan umat, dan PBNU berperan sebagai konduktor yang mengorkestrasi berbagai inisiatif dan gerakan khidmah.
 
“PBNU bisa berperan untuk membuka jejaring ekonomi nasional, memfasilitasi lembaga keuangan syariah berbasis nahdliyyin dan off-taker; pengatur sirkulasi produksi ke jaringan pasar,” pungkas Gus Salam.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore