Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Mei 2026 | 04.04 WIB

Fakta Teror Pocong di Jawa Timur: Sebaran Hoax dan Sebatas Konten Viral di Media Sosial

Viralnya video penampakan diduga pocong di wilayah Kelurahan Tumenggungan, Kecamatan/Kabupaten Lamongan sempat membuat warga resah dan takut beraktivitas pada malam hari. (Dok warga) - Image

Viralnya video penampakan diduga pocong di wilayah Kelurahan Tumenggungan, Kecamatan/Kabupaten Lamongan sempat membuat warga resah dan takut beraktivitas pada malam hari. (Dok warga)

JawaPos.com - Kemunculan sosok berbungkus misterius menggunakan kain putih yang disebut pocong di gang-gang sempit hingga dikabarkan mengetuk pintu rumah warga pada malam hari, tengah menjadi buah bibir masyarakat. 

Teror pocong menyebar cepat melalui media sosial dan pesan berantai di grup percakapan. Selain meresahkan, isu ini juga membuka ingatan lama masyarakat tentang teror-teror serupa di era 1990-an.

Dari penelusuran JawaPos.com, teror pocong muncul sejak awal Mei 2026 di Jabodetabek, lalu menyebar ke berbagai daerah lain, termasuk Jawa Timur, seperti Kediri, Nganjuk, Lamongan, Malang, hingga terbaru di Probolinggo.

Narasi yang beredar di media sosial bahwa sosok pocong membawa senjata tajam semakin menambah rasa takut dan kehebohan di tengah masyarakat, meski kebenaran informasi tersebut belum dapat dipastikan.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan fenomena teror pocong di daerah berjuluk Bumi Majapahit masih sebatas isu di media sosial. Pihaknya belum menerima laporan resmi dari masyarakat.

”Setahu saya tidak ada (laporan), jadi hanya isu di medsos saja. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan isu pocong yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya, Jumat (29/5).

Berdasarkan data yang dihimpun JawaPos.com, fenomena teror pocong di Jabodetabek dan Jawa Timur umumnya merupakan hoaks dan hasil rekayasa AI, serta aksi usil remaja demi konten viral di media sosial.

1. Hoax dan hasil rekayasa artificial intelligence

Siapa sangka, kecanggilan teknologi digital masa kini bagaikan dua sisi mata pisau. Dibalik segudang manfaat, teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) juga rawan disalahgunakan.

Di media sosial, misalnya, dewasa ini sangat mudah bagi manusia untuk memproduksi dan menyebarluaskan karya AI. Cukup menuliskan prompt yang diinginkan, foto dan video dalam hitungan menit tersedia.

Pola ini lah yang dimanfaatkan sebagian orang tak bertanggung jawab. Di Surabaya, tepatnya Kecamatan Mulyorejo, masyarakat dihebohkan dengan foto penampakan pocong di tengah perkampungan warga.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore