
Viralnya video penampakan diduga pocong di wilayah Kelurahan Tumenggungan, Kecamatan/Kabupaten Lamongan sempat membuat warga resah dan takut beraktivitas pada malam hari. (Dok warga)
Teror pocong menyebar cepat melalui media sosial dan pesan berantai di grup percakapan. Selain meresahkan, isu ini juga membuka ingatan lama masyarakat tentang teror-teror serupa di era 1990-an.
Dari penelusuran JawaPos.com, teror pocong muncul sejak awal Mei 2026 di Jabodetabek, lalu menyebar ke berbagai daerah lain, termasuk Jawa Timur, seperti Kediri, Nganjuk, Lamongan, Malang, hingga terbaru di Probolinggo.
Narasi yang beredar di media sosial bahwa sosok pocong membawa senjata tajam semakin menambah rasa takut dan kehebohan di tengah masyarakat, meski kebenaran informasi tersebut belum dapat dipastikan.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan fenomena teror pocong di daerah berjuluk Bumi Majapahit masih sebatas isu di media sosial. Pihaknya belum menerima laporan resmi dari masyarakat.
”Setahu saya tidak ada (laporan), jadi hanya isu di medsos saja. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan isu pocong yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya, Jumat (29/5).
Berdasarkan data yang dihimpun JawaPos.com, fenomena teror pocong di Jabodetabek dan Jawa Timur umumnya merupakan hoaks dan hasil rekayasa AI, serta aksi usil remaja demi konten viral di media sosial.
1. Hoax dan hasil rekayasa artificial intelligence
Siapa sangka, kecanggilan teknologi digital masa kini bagaikan dua sisi mata pisau. Dibalik segudang manfaat, teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) juga rawan disalahgunakan.
Di media sosial, misalnya, dewasa ini sangat mudah bagi manusia untuk memproduksi dan menyebarluaskan karya AI. Cukup menuliskan prompt yang diinginkan, foto dan video dalam hitungan menit tersedia.
Pola ini lah yang dimanfaatkan sebagian orang tak bertanggung jawab. Di Surabaya, tepatnya Kecamatan Mulyorejo, masyarakat dihebohkan dengan foto penampakan pocong di tengah perkampungan warga.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
