
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan fokus utama PLN pascagangguan adalah mengoperasikan kembali pembangkit-pembangkit yang sebelumnya terdampak untuk kemudian diselaraskan kembali dengan sistem transmisi yang telah siap (Dok. PLN)
JawaPos.com – PT PLN (Persero) mengungkap indikasi awal penyebab terjadinya pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada Jumat malam (22/5). Gangguan cuaca disebut menjadi pemicu awal terganggunya sistem transmisi kelistrikan di Pulau Sumatera.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, gangguan bermula dari ruas transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Provinsi Jambi. Jalur tersebut dilaporkan keluar dari sistem kelistrikan Sumatera setelah terdampak cuaca buruk.
“Ini sebagai indikasi awal, ada ruas transmisi 275KV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang indikasi awalnya karena gangguan cuaca sehingga terjadi gangguan pada sistem transmisi tersebut dan sistem transmisi tersebut keluar dari sistem kelistrikan Sumatera,” ujar Darmawan dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23/5).
Menurut dia, terganggunya jalur transmisi utama tersebut langsung memicu guncangan besar terhadap sistem pembangkit listrik PLN di berbagai wilayah Sumatera. Kondisi itu membuat keseimbangan pasokan dan beban listrik terganggu secara drastis.
Di sejumlah daerah, beban listrik mendadak hilang sehingga terjadi kelebihan pasokan listrik atau oversupply. Akibatnya frekuensi dan tegangan listrik meningkat tajam hingga sistem pengaman otomatis bekerja dan memutus pembangkit dari jaringan.
“Dampaknya adalah adanya shock terhadap pembangkit-pembangkit kami. Ada sebagian wilayah di mana karena bebannya itu hilang maka terjadi oversupply,” jelas Darmawan.
“Frekuensi sistem kelistrikan di daerah tersebut naik dan tegangannya juga naik sehingga pembangkitnya langsung secara otomatis keluar dari sistem atau kalau dalam istilah publik adalah pembangkitnya secara otomatis padam,” sambungnya.
Sementara di wilayah lain, PLN justru mengalami kekurangan daya karena sejumlah pembangkit terlepas dari sistem. Kondisi itu menyebabkan frekuensi dan tegangan turun sehingga pembangkit lain ikut terdampak dan akhirnya padam secara otomatis.
“Tetapi ada juga daerah-daerah yang mengalami defisit karena pembangkitnya menjadi berkurang. Maka frekuensinya turun, voltasinya turun sehingga ini menjadi beban bagi pembangkit kami dan secara otomatis maka pembangkit di daerah tersebut juga keluar,” jelas Darmawan.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
