
Tim SAR Gabungan mengupayakan evakuasi pendaki Gunung Dukono yang terjebak saat erupsi terjadi hari ini (8/5). (Basarnas)
JawaPos.com–Kabar erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara pagi ini (8/5) dibarengi dengan informasi duka cita. Sebanyak 3 pendaki dilaporkan meninggal dunia karena terjebak erupsi. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menerbitkan surat penutupan kawasan pendakian Gunung Dukono.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan, sesaat setelah terjadi erupsi, BNPB bersama Badan Geologi dan PVMBG telah melakukan koordinasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara.
”Berdasar hasil komunikasi sementara Badan Geologi telah melakukan pemantauan secara konsisten terhadap aktivitas vulkanik Gunung Dukono dan rutin menyampaikan peringatan dini kepada pihak terkait mengenai peningkatan aktivitas gunung api tersebut,” kata Abdul Muhari kepada awak media.
Abdul Muhari juga memastikan, peringatan itu sudah ditindaklanjuti Kemenpar. Kini Kemenpar telah mengeluarkan surat penutupan kawasan pendakian Gunung Dukono guna mengantisipasi risiko terhadap keselamatan wisatawan dan masyarakat di sekitar kawasan gunung tersebut.
”Hasil diskusi sementara antarinstansi, terdapat dugaan adanya kelalaian dari pegiat wisata atau pihak yang tetap melakukan aktivitas pendakian meskipun telah terdapat pemberitahuan penutupan kawasan wisata pendakian Gunung Dukono,” sesal Abdul Muhari.
Untuk langkah lanjutan, pemerintah terus melakukan pendalaman informasi. Termasuk di antaranya memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh. Pemantauan aktivitas Gunung Dukono juga terus berjalan secara berkala. Dia menyebut, evaluasi tingkat aktivitas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi vulkanik di lapangan.
”BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan dan pendaki untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi arahan resmi dari pemerintah daerah dan petugas PVMBG. Masyarakat di sekitar gunung juga diminta tidak beraktivitas dalam radius berbahaya yang telah direkomendasikan otoritas terkait serta menggunakan masker apabila terjadi hujan abu vulkanik,” beber Abdul Muhari.
Kantor SAR Ternate telah menurunkan tim evakuasi ke Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Tim langsung dikerahkan setelah mereka menerima sinyal darurat dari koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E. Berdasar informasi awal, ada puluhan pendaki tersesat di tengah erupsi gunung tersebut.
Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani menyampaikan bahwa sinyal darurat itu sudah dikonfirmasi kepala desa setempat. Bahwa ada puluhan pendaki saat Gunung Dukono erupsi. Tidak hanya itu, kepala desa tersebut melaporkan bahwa beberapa korban sudah dievakuasi dalam keadaan luka-luka akibat terimbas erupsi gunung berapi tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022