Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Mei 2026 | 22.38 WIB

Ketinggian Erupsi Gunung Dukono Capai 10 Ribu Meter saat Puluhan Pendaki Terjebak

Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, pada Jumat (8/5). Puluhan pendaki terjebak dan beberapa di antaranya dilaporkan meninggal dunia serta luka-luka. (BPBD Halmahera Utara) - Image

Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, pada Jumat (8/5). Puluhan pendaki terjebak dan beberapa di antaranya dilaporkan meninggal dunia serta luka-luka. (BPBD Halmahera Utara)

 

JawaPos.com–Berdasar informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ketinggian erupsi Gunung Dukono pada pukul 07.41 WIT pagi tadi (8/5) mencapai 10 ribu meter atau setara 10 kilometer.

Saat erupsi itu terjadi, puluhan pendaki sedang naik gunung tersebut. Akibatnya mereka terjebak. Beberapa dilaporkan meninggal dunia dan luka-luka.

”Hasil pengamatan menunjukkan kolom erupsi berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai sekitar 10 ribu meter. Erupsi juga disertai dentuman lemah hingga kuat. Aktivitas kegempaan terekam pada sismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik,” terang Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Laporan petugas dari lokasi kejadian menyebutkan bahwa dampak erupsi terpantau di wilayah Kecamatan Galela, tepatnya di Desa Mamunya. Sampai saat ini BPBD Kabupaten Halmahera Utara bersama BPBD Provinsi Maluku Utara dan unsur terkait masih melakukan pendataan lanjutan terhadap kondisi masyarakat maupun pendaki di sekitar kawasan terdampak.

Abdul Muhari juga menyampaikan bahwa, langkah penanganan darurat sudah dilakukan. BPBD Kabupaten Halmahera Utara mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pos Pantau Gunung Dukono, potensi SAR, tenaga medis, TNI, Polri serta masyarakat setempat.

”Pada Jumat (8/5) menjelang siang, Tim SAR Gabungan juga terus melaksanakan penyisiran di kawasan Gunung Dukono guna mengevakuasi sejumlah pendaki yang mengalami situasi darurat akibat peningkatan aktivitas vulkanik,” ujar Abdul Muhari.

Diberitakan sebelumnya, Kantor SAR Ternate telah menurunkan tim evakuasi ke Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Tim langsung dikerahkan setelah mereka menerima sinyal darurat dari koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E. Berdasar informasi awal, ada puluhan pendaki tersesat di tengah erupsi gunung tersebut.

Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani menyampaikan, sinyal darurat itu sudah dikonfirmasi kepala desa setempat. Ada puluhan pendaki saat Gunung Dukono erupsi. Tidak hanya itu, kepala desa tersebut melaporkan bahwa beberapa korban sudah dievakuasi dalam keadaan luka-luka akibat terimbas erupsi gunung berapi tersebut.

”Terdapat sejumlah pendaki yang mengalami luka-luka akibat terdampak aktivitas erupsi Gunung Dukono,” terang Iwan Ramdani.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore