Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Mei 2026 | 22.56 WIB

Jahe Gajah Naik Kelas, Ratusan Desa di Kabupaten Sukabumi Disulap Jadi Mesin Ekspor

Puluhan petani jahe mendapat pembekalan untuk masuk pasar global. (Febry Ferdian/Jawa Pos) - Image

Puluhan petani jahe mendapat pembekalan untuk masuk pasar global. (Febry Ferdian/Jawa Pos)

JawaPos.com–Upaya mendorong desa sebagai motor ekspor terus diperkuat. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) meluncurkan program pengembangan desa devisa berbasis komoditas jahe gajah di Kabupaten Sukabumi, dengan melibatkan ratusan desa untuk menembus pasar internasional.

LPEI bersama bea cukai dan PT Karabha Digdaya serta pemerintah daerah mengakselerasi pengembangan komoditas unggulan menjadi produk ekspor berdaya saing global. Salah satunya melalui inisiatif desa devisa jahe gajah yang digulirkan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI Maria Sidabutar menjelaskan, peluncuran program ini menjadi langkah awal untuk mengonsolidasikan potensi desa agar mampu menembus pasar global. Diharapkan, dengan peluang pasar yang luas, mampu menjadikan Indonesia sebagai sentra ekspor jahe.

Program ini melibatkan sedikitnya 147 desa yang telah memiliki potensi produksi jahe gajah berkualitas ekspor. Inisiatif tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan kelembagaan, kualitas, hingga kesiapan ekspor.

”Kita meresmikan atau meluncurkan inisiatif baru di Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Desa Nagrak. Banyak potensi yang bisa kita kembangkan untuk menjadi komoditas ekspor,” ujar Maria Sidabutar dikutip, Minggu (3/5).

Maria menegaskan, komoditas jahe gajah memiliki peluang besar di pasar internasional, terutama karena permintaan global terhadap produk rempah terus meningkat.

”Tidak kurang dari 147 desa di kawasan ini berhasil memproduksi jahe gajah dengan kualitas unggul. Ini memiliki potensi pasar global yang cukup luas, sehingga kita membutuhkan kolaborasi para pemangku kepentingan,” kata Maria Sidabutar.

Dalam program ini, LPEI menggandeng berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, koperasi, hingga sektor swasta. PT Karabha Digdaya dilibatkan sebagai pendamping untuk memberikan supervisi dan penguatan kapasitas petani.

Selain itu, peran bea cukai juga dihadirkan untuk memberikan edukasi terkait prosedur ekspor. Sehingga pelaku usaha desa memahami aspek administratif dan teknis yang dibutuhkan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore