
Ilustrasi daycare. (Pexels/Naomi Shi)
JawaPos.com-Dugaan tindak kekerasan oleh pengasuh daycare bernama Little Aresha di Yogyakarta mendapat atensi dari DPRD Kota Jogja. Mereka mengecam dugaan pelanggaran tersebut. Mereka juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus yang kini ramai di media sosial itu.
Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Nurcahyo Nugroho menyampaikan bahwa kasus tersebut menjurus pada pelanggaran keamanan anak bahkan hak asasi manusia. Kasus tersebut harus diusut sampai tuntas oleh kepolisian di Yogyakarta. "Saya meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini," kata dia dikutip dari pemberitaan Radar Jogja (Jawa Pos Group) pada Sabtu (25/4).
Agar penanganan kasus lebih maksimal, Nurcahyo meminta orang tua yang pernah menitipkan anak ke daycare segera membuat laporan. Semakin banyak keterangan, kasus akan semakin cepat tertangani.
"Orang tua yang pernah menitipkan anak dan mendapatkan kekerasan atau penganiayaan segera melaporkan dan menambah kesaksian agar peristiwa ini terungkap dengan jelas," ajak Nurcahyo.
Menurut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Pemerintah Kota Jogja tidak boleh diam. Pemkot harus lebih ketat mengawasi pendidikan anak usia dini, termasuk daycare.
Nurcahyo menyatakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja wajib memberikan penanganan trauma. Penanganan bagi anak-anak korban tindak kekerasan di daycare tersebut sangat penting.
"Saya berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk memastikan setiap tempat yang menangani anak-anak dapat beroperasi dengan penuh tanggung jawab dan utamakan keselamatan serta kesejahteraan anak," ujarnya.
Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta menggerebek daycare pada Jumat (24/4/2026) sore. Penggerebekan dilakukan setelah dugaan pelanggaran hukum di daycare itu viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
