
Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib bersama Pengasuh PP Roudlotul Ulum Cidahu, Pandeglang, Banten, Abuya Muhtadi Dimyati. (Istimewa)
JawaPos.com - Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib mengungkap sejumlah gagasan dari arus bawah Nahdlatul Ulama (NU) berdatangan jelang Muktamar ke-35. Gagasan ini seperti memperkuat strategi kaderisasi berjenjang, masif dan sistematis. Kemudian diikuti gerakan nahdliyyin sesuai inisiatif, kreasi dan inovasi berbasis kearifan lokal.
Hal itu disampaikannya saat sowan ke Pengasuh PP Roudlotul Ulum Cidahu, Pandeglang, Banten, Abuya Muhtadi Dimyati. Kunjungan ini dilakukan usai Gus Salam melakukan silaturahmi Rais Syuriyah PWNU Banten.
“Dalam bahasa saya, membangkitkan dan menggairahkan NU dilakukan dengan ideologisasi; ngelmuni lagi secara baik dan efektif tentang berNU, bergerak didalam NU dan bekhidmah melalui NU demi kemashlahatan dan kemajuan umat,” kata Gus Salam, Selasa (21/4).
Dalam safari tersebut, Gus Salam menegaskan niatnya maju dalam pencalonan Ketua Umum PBNU pada Agustus 2026 mendatangan. Hal itu dilakukan Gus Salam untuk memenuhi permintaan, sekaligus perintah para guru-kiainya agar maju sebagai kandidat.
“Abuya Muhtadi Dimyati, ulama sepuh Pakubumi Banten, berpesan agar Ulama-NU turut menjaga ketentraman masyarakat dan perbaikan ekonomi bangsa,” kata Gus Salam.
“Saya menangkap pesan itu sebagai perintah agar NU ke depan memberi tekanan dan penegasan prioritas program untuk lebih menguatkan sabuk pengaman di tengah masyarakat, sekaligus bersama pemerintah membangkitkan kemandirian dan kedaulatan ekonomi bangsa," tambahnya.
Usai menemui Abuya Muhtadi, Gus Salam sowan ke kediaman Kiai Ahmad Imron, Pengasuh PP Daarul Falahiyah Cisoka, Tangerang, Banten. Lalu menghadiri forum ketua-ketua PCNU se-Banten.
“Kyai-kyai PCNU berharap sinergi PBNU hingga struktur bawah dijalankan untuk melayani kepentingan nyata-konkrit dirasakan masyarakat-nahdliyyin, khususnya di bidang keagamaan, sosial budaya dan ekonomi,” ungkap Gus Salam.
Dia menyampaikan, NU perlu menghindari sikap intimidatif dalam melakukan gerakan. Sikap ini dianggap tidak sejalan dengan nilai-nilai pendirian NU.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
