
KH. Abdussalam Shohib atau Gus Salam menyampaikan gagasan dan pemikiran terkait dengan masa depan NU. Dia sudah mengutarakan niat untuk maju sebagai calon ketum PBNU lewat muktamar tahun ini. (Istimewa)
JawaPos.com - KH. Abdussalam Shohib atau Gus Salam telah menyampaikan niatan untuk maju sebagai calon ketua umum (ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) lewat muktamar tahun ini. Niatan itu dia sampaikan secara terbuka saat bersilaturahmi dan berdialog dengan PWNU DIY di Jogjakarta pada Rabu malam (15/4).
Didampingi oleh Masyayikh dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso dan Pondok Pesantren Lirboyo, cucu salah seorang pendiri NU KH. Bishri Syansuri tersebut hadir dalam forum terbuka yang diikuti oleh PWNU dan PCNU se-Jogjakarta, termasuk diantaranya Katib PWNU DIY Dr. KH. Mukhtar Salim dan jajaran pengurus PWNU DIY lainnya.
”Saya sampaikan niatan silaturrohim Gus Salam, kaitan ikhtiarnya sebagai kandidat Ketua Umum PBNU melalui muktamar yang akan datang,” kata KH. M. Makmun Mahfudz yang memimpin rombongan Gus Salam, dalam keterangan resmi pada Sabtu (18/4).
Dalam kesempatan yang sama, KH. Makmun menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran PWNU DIY. Dia turut mengenalkan Gus Salam sebagai cucu salah seorang pendiri NU, KH. Bishri Syansuri, dan bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso serta Pondok Pesantren Lirboyo. Menurut dia, niatan Gus Salam didorong oleh para guru dan kiai.
”Gus Salam berikhtiar maju sebagai (calon) ketua umum PBNU atas permintaan dan perintah dari para guru-kiainya. Karenanya dia ingin mendapat silaturrohim mohon doa-restu dari pengurus PWNU dan PCNU se-Yogyakarta,” ucap KH. Makmun.
Menyambung penjelasan KH. Makmun, Gus Salam menyampaikan gagasan dan pikiran tentang jam’iyyah NU yang dia bawa. Dia turut menjelaskan kondisi NU saat ini dan proyeksinya NU ke depan. Menurut dia, rekonsiliasi secara menyeluruh sangat diperlukan. Tujuannya untuk memulihkan hubungan seluruh unsur jam’iyyah NU.
”Dan persatuan itu bisa dibangun kembali bila semuanya dengan penuh kesadaran bisa mengabaikan ego pribadi dan kelompok serta perbedaan-perbedaan yang membatasi untuk bisa bersatu,” kata dia.
Dilandasi argumentasi teologis, filosofis dan ragam keteladan, Gus Salam menuturkan bahwa dengan kebersamaan, NU bisa merajut kembali usaha-usaha untuk mengembalikan marwah, wibawa dan khidmah perjuangan jam’iyyah di tengah masyarakat berdasar garis perjuangan muassis dan pendahulu NU.
”Saya yakin, dengan meneladani dan menjalankan 5 wasiat Mbah Ali Maksum, Rais Aam PBNU 1981-1984, menantu KH. M. Munawwir Al-Hafid, pendiri Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak Yogyakarta, kita bisa mengembalikan marwah, wibawa dan kebesaran NU,” ujarnya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
