
PLBN Long Nawang yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI), menerima kunjungan Timbalan (Wakil) Menteri Digital Sarawak Datuk Wilson Uga Anak Kumbong pada Rabu (25/3). (Istimewa)
JawaPos.com - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Nawang yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI), menerima kunjungan Timbalan (Wakil) Menteri Digital Sarawak Datuk Wilson Uga Anak Kumbong pada Rabu, 25 Maret 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Indonesia–Malaysia, khususnya dalam peningkatan layanan lintas batas, serta konektivitas di kawasan perbatasan negara.
Dalam kunjungan tersebut, Wilson menilai keberadaan PLBN memiliki peran strategis sebagai pendorong aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya, sekaligus simpul penguatan hubungan masyarakat lintas negara.
“Untuk pembangunan ICQS (Immigration, Customs, Quarantine, Security) atau PLBN di wilayah Sarawak merupakan kewenangan pemerintah pusat Malaysia. Namun, kami akan menyatukan permohonan ini dan membawanya ke pihak berkuasa di kerajaan pusat agar pembangunan di Sarawak dapat direalisasikan,” ujar Wilson, lewat keterangannya, Minggu (29/3).
Wilson mengaku terkesan dengan kemajuan infrastruktur PLBN di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi rujukan penting bagi pengembangan fasilitas serupa di Sarawak. “Saya kagum dengan pembangunan PLBN di Indonesia. Ini akan saya laporkan kepada kerajaan Malaysia sebagai rujukan,” katanya.
Lebih lanjut, Wilson menyampaikan rencana pengembangan fasilitas penunjang di sisi Sarawak, seperti bangunan layanan, share station, dan minimarket untuk mendorong aktivitas perdagangan lintas batas.
“Agar kedua negara mudah berhubungan, masyarakat bisa saling berkunjung, dari Kapit ke sini dan sebaliknya. Interaksi ini akan menjadi daya tarik wisatawan dan mengangkat sosial ekonomi kawasan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perdagangan lintas batas yang melibatkan masyarakat lokal di kedua sisi diyakini akan meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat dampak sosial ekonomi regional.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala menegaskan bahwa pembangunan pos lintas batas merupakan instrumen penting untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ia menilai komitmen Pemerintah Indonesia dalam membangun PLBN telah memberikan harapan besar bagi masyarakat perbatasan yang memiliki ikatan kekerabatan dan budaya serumpun.
“Harapannya, percepatan pembangunan PLBN di Sarawak dapat terwujud. Jika itu terjadi, saya yakin akan memicu percepatan pembangunan ekonomi di wilayah kami,” ujar Ingkong Ala.
Senada, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Utara, Bustan, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan di wilayah perbatasan diharapkan mampu memperkuat hubungan antarnegara sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
