
Ilustrasi: PBNU
JawaPos.com - Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, Imam Jazuli mendesak agar Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) segera melakukan pembenahan pasca berbagai kontroversi yang terjadi. Langkah ini penting untuk menyelamatkan organisasi.
Imam mengatakan, mandat kepemimpinan NU terletak di Syuriyah sebagai lembaga tertinggi. Posisi Rais Aam bukan sekadar jabatan administratif, melainkan manifestasi dari kedudukan spiritual dan intelektual tertinggi.
"Di tengah disrupsi zaman yang kian menderu, menjelang Muktamar ke-35 NU, sosok Kiai Kafabihi Mahrus muncul bukan hanya sebagai kandidat, melainkan sebuah kebutuhan sejarah bagi struktur PBNU," kata Imam, Kamis (5/2).
Kafabihi merupakan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. Dia dianggap memiliki kompetensi yang baik. Sebagai pengasuh pesantren besar, dia memiliki penguasaan literatur klasik (turats).
Dia juga memiliki ketajaman dalam metodologi istinbath al-hukm (pengambilan keputusan hukum). Di tengah arus liberalisme dan konservatisme ekstrem, sosok faqih (ahli fiqh) yang moderat seperti beliau sangat dibutuhkan untuk memastikan fatwa-fatwa NU tetap relevan namun tidak tercerabut dari akar tradisi.
"Beliau tidak hanya menghafal teks, tetapi memahami illat (alasan logis) di balik teks tersebut. Kapasitas aliman (berilmu luas) ini menjamin bahwa setiap kebijakan besar PBNU nantinya akan memiliki landasan teologis yang kokoh," imbuhnya.
Dari aspek integritas, Kafabihi dikenal tidak menggilai urusan duniawi. "Dalam konteks PBNU, ini adalah benteng integritas. Seorang Rais Aam yang zahid akan menjaga marwah organisasi agar tidak terseret dalam pragmatisme politik pendek atau kepentingan transaksional, menjaga NU tetap pada khittah pengabdian umat," jelasnya.
Latar belakang Lirboyo juga memperkuat ketokohan Kafabihi. Sebab, Lirboyo adalah salah satu pesantren besar di Indonesia. Banyak ulama lahir dari pesantren tersebut.
"Lirboyo seringkali menjadi titik temu bagi berbagai faksi di NU. Kepemimpinan Kiai Kafabihi akan berfungsi sebagai pemersatu (integrator) yang mampu mencairkan ketegangan antar faksi karena wibawa kediaman (Lirboyo) yang diakui secara universal oleh warga nahdliyin," jelas Imam.
Selanjutnya, Kafabihi dipercaya memahami betul kondisi internal dan eksternal NU. Dia memiliki pengetahuan yang baik tentang dinamika syuriah-tanfidziyah hingga psikologi kaum santri.
"Beliau juga mampu berdialog dengan dunia luar, baik pemerintah maupun Ormas Islam lainnya, tanpa kehilangan identitas kesantriannya. Kemampuan membaca tanda-tanda zaman ini memastikan NU tetap menjadi pemain kunci dalam diplomasi Islam moderat," kata Imam.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
