
Ilustrasi bunuh diri. Dok JawaPos
JawaPos.com - Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengakui bahwa Pemprov NTT dan Pemkab Ngada telah gagal dalam mengurus warga.
Hal itu disampaikan Melkiades sehubungan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan YBS, 10, siswa SD asal Kabupaten Ngada karena diduga masalah kemiskinan ekstrem.
"Sebagai pemerintah kita gagal urus warga negara kalau kayak gini," kata Melkiades saat memberi sambutan dalam peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Rabu (4/2).
Melkiades mengaku malu menjadi orang nomor satu di NTT dalam menghadapi masalah tersebut.
"Malu saya sebagai Gubernur model gini. Masa ada warga negara mati hanya karena model begini. Tapi kan itu bukan urusan pemerintah provinsi. Kita gagal pak sekda," ucapnya.
Oleh karena itu, dia meminta untuk tak ada lagi kejadian serupa di masa mendatang. Serta memerintahkan jajarannya untuk memperlakukan kuburan sang anak dengan penuh penghormatan.
"Turunkan orang. Harus ke sana. Kuburannya nggak boleh pakai tanah. Kuburkan dengan layak," tandas Melkiades.
Sebelumnya, duka mendalam menyelimuti warga Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Seorang siswa kelas IV sekolah dasar berinisial YBS, 10, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di sebuah pohon cengkeh.
Peristiwa pilu ini bermula dari permintaan sederhana yang tak mampu dipenuhi. Sehari sebelum kejadian, YBS sempat meminta ibunya untuk dibelikan buku tulis dan pensil.
Namun keterbatasan ekonomi membuat sang ibu tak dapat langsung mengabulkan permintaan tersebut.
Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, menuturkan bahwa YBS dikenal sebagai anak pendiam, sopan, dan rajin belajar.
Meski hidup dalam kondisi serba kekurangan, YBS jarang menunjukkan tanda-tanda kesedihan mendalam di hadapan warga sekitar.
“Menurut keterangan tetangga, dia anak yang baik dan rajin sekolah. Tidak ada tanda-tanda yang mencolok bahwa dia menyimpan beban berat,” ujar Bernardus seperti dikutip dari Radar Pati, Rabu (4/2).
Ayah YBS diketahui telah meninggal dunia sebelum ia lahir. Selama ini, YBS tinggal bersama neneknya yang telah berusia sekitar 80 tahun. Sementara sang ibu tinggal di kampung lain bersama lima anak lainnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022