
Dandim 0824 Jember Letkol Arm Indra Andriansyah. (Zumrotun Solichah/Antara)
JawaPos.com–Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember Letnan Kolonel Arm Indra Andriansyah akhirnya angkat bicara terkait personel Bintara Pembina Desa atau Babinsa Karangrejo Sersan Kepala Putu Menaka yang dikabarkan meninggal dunia usai pesta minuman keras beberapa waktu lalu.
”Bahwa Serka Putu merupakan anggota Babinsa Karangrejo, Koramil Sumbersari, meninggal dunia di Rumah Sakit Baladhika Husada karena henti jantung (cardiac arrest) dengan diagnosa hipertensi,” kata Indra seperti dilansir dari Antara di Markas Kodim 0824 Jember, Jumat (2/1) sore.
Menurut dia, pemberitaan yang menyebutkan bahwa Putu meninggal karena minuman keras tidak benar. Hal tersebut berdasar hasil resume medis yang dapat dipertanggungjawabkan dari RS Baladhika Husada.
Saat ditanya kedatangan Serka Putu ke lokasi pesta minuman keras, Dandim Indra tidak bisa menjawab pasti. Sebab, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan keterangan beberapa saksi.
”Kami perlu melakukan pendalaman lebih lanjut sehingga belum bisa memberikan keterangan pasti dan masih menunggu hasil penyelidikan. Fakta yang bisa kami sampaikan penyebab meninggalnya berdasar resume medis,” tutur Indra Andriansyah.
Sementara itu, dokter jaga RS Baladhika Husada Jember dr Deny Febriwijaya R. mengatakan, pasien Putu masuk rumah sakit pada Minggu (28/12) pukul 20.48 WIB dengan keluhan sesak napas. Sehingga petugas memberikan penanganan oksigenasi.
”Kami juga melakukan pemeriksaan yang hasilnya tensi pasien agak tinggi dan saturasi oksigennya juga menurun. Pasien punya riwayat sesak, batuk, dan darah tinggi,” ungkap Deny Febriwijaya.
Dia mengatakan, pasien Putu dibawa ke ruang ICU karena berbagai keluhan yang dialami. Selama perawatan di ICU kondisinya semakin memburuk hingga kritis. Pada pukul 23.01 WIB, pasien dinyatakan meninggal dunia.
”Pasien meninggal dunia karena serangan jantung disebabkan hipertensi emergency dan juga sesak napas. Itu yang bisa kami sampaikan keterangan medis terkait dengan pasien Putu,” papar Deny Febriwijaya.
Sebelumnya, laporan dari Kepolisian Resor Jember menyebutkan, delapan orang menjadi korban pesta minuman keras pada Sabtu (27/12) malam hingga Minggu (28/12) dini hari. Enam orang di antaranya meninggal dunia dalam waktu yang tidak bersamaan. Salah satu korban adalah Serka Putu yang meninggal pada Minggu (28/12).
Dua dari delapan orang itu dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (28/12). Yakni seorang perempuan berinisial MR, warga Kecamatan Patrang, dan seorang personel Babinsa berinisial PT. Kemudian pada Senin (29/12) dilaporkan tiga orang lagi peserta pesta minuman keras meninggal dunia, yakni AM, ST, dan SL, ketiganya warga Kecamatan Patrang.
Korban meninggal kembali bertambah setelah peserta berinisial MM menghembuskan napas terakhirnya di RSD dr Soebandi Jember pada Selasa (30/12) malam. Sehingga total enam orang yang meninggal akibat pesta minuman keras tersebut.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
