Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Desember 2025 | 01.49 WIB

Kemenhut Kebut Pembersihan Pascabencana Aceh dan Sumut, Progres Pesantren Darul Mukhlisin Capai 94%

Kemenhut bersama petugas gabunhan terus melakukan pembersihan tumpukan material kayu dan limbah di Aceh Tamiang. (Istimewa) - Image

Kemenhut bersama petugas gabunhan terus melakukan pembersihan tumpukan material kayu dan limbah di Aceh Tamiang. (Istimewa)

JawaPos.com - Upaya pemulihan pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara terus dikebut. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus melakukan pembersihan tumpukan material kayu dan limbah yang menutup akses warga serta fasilitas umum.

Pembersihan dilakukan dengan melibatkan TNI, Polri, dan pemerintah daerah guna mempercepat pembersihan. 

Fokus utama pembersihan saat ini tertuju pada Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang. Dengan mengerahkan 34 unit alat berat, tim gabungan bekerja tanpa henti untuk menyingkirkan material sisa bencana.

Hingga Senin (29/12), progres pekerjaan di lokasi ini telah mencapai 94 persen. Pembersihan mencakup area krusial seperti ruang kelas, fasilitas guru, tempat wudu masjid, hingga pemukiman warga di sekitar pesantren.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan mengungkapkan, timnya bekerja lembur demi mengejar target.

"Pembersihan kami arahkan agar aktivitas pendidikan dan ibadah dapat segera kembali berjalan. Pekerjaan lembur malam terus dilakukan untuk mempercepat penyelesaian," ujar Subhan dalam keterangannya, Selasa (30/12).

Akses Pendidikan di Aceh Utara Mulai Pulih

Beralih ke Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, pembersihan difokuskan pada pembukaan akses jalan desa dan fasilitas pendidikan. Enam unit ekskavator dikerahkan untuk memastikan mobilitas warga di Desa Geudumbak kembali lancar.

Pembersihan di SMPN 3 Langkahan ini telah rampung. Begitu juga dengan sembilan ruang belajar di SD Negeri 7 Langkahan yang kini sudah bersih dari material limbah.

Kolaborasi Lintas Sektor di Sumatera Utara

Tak hanya di Aceh, aksi bersih-bersih juga berlangsung intens di Sumatera Utara, tepatnya di Desa Aek Ngadol, Garoga, dan Huta Godang. Tim gabungan fokus pada penanganan lumpur dan pemilahan kayu yang menumpuk di sekitar Sungai Garoga.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Novita Kusuma Wardani memastikan seluruh proses pemulihan berjalan di bawah komando satuan tugas daerah.

"Kami mendukung penuh upaya pemulihan yang dipimpin pemerintah daerah dan TNI, dengan memastikan pembersihan berjalan tertib, aman, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat," elas Novita.

Kemenhut menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan operasi ini hingga tuntas, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca di lapangan guna menjamin keamanan personel dan masyarakat.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore