
Sebanyak 15 orang meninggal dalam kecelakaan maut bus Cahaya Trans di exit tol Krapyak Semarang, Senin (22/12) sekitar pukul 03.00. (Radar Semarang)
JawaPos.com-Proses evakuasi korban kecelakaan maut bus Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, berlangsung menantang. Pasalnya, sebagian penumpang masih terjepit di dalam badan bus.
Insiden bus Cahaya Trans yang terjadi Senin (22/12) dini hari itu diketahui menewaskan 15 orang dan menyebabkan 19 penumpang lainnya luka-luka. Tim SAR gabungan dari Polri, Jasa Marga, PMI, dan unsur terkait, langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi seluruh korban dari dalam bus yang terguling usai menghantam pembatas jalan.
Kondisi badan bus Cahaya Trans yang ringsek membuat proses evakuasi tidak berjalan mudah.
“Kami beserta tim SAR gabungan dari Polri, Jasa Marga, PMI dan lainnya berhasil mengevakuasi seluruh korban dari bus yang mengalami kecelakaan," ujar Kepala Kantor SAR Semarang Budiono, di lokasi kejadian, dikutip dari Radar Semaran, Senin (22/12).
Dia menerangkan, proses penyelamatan cukup sulit karena sebagian korban masih berada dalam kondisi terjepit. Sementara akses menuju korban dipenuhi pecahan kaca dan rangka bus yang rusak berat karena kecelakaan tersebut.
Petugas harus masuk ke dalam bus untuk membuka jalur dan mengevakuasi korban secara bertahap. Namun begitu, Budiono memastikan bahwa seluruh proses evakuasi korban meninggal dunia maupun selamat sudah selesai dilakukan.
“Proses evakuasi selesai pukul 4 subuh tadi. Penyebab kecelakaan itu belum diketahui secara pasti, namun diduga bus hilang kendali saat melaju kencang dari arah Jakarta menuju Jogjakarta dini hari tadi,” beber Budiono.
Seluruh korban, baik meninggal dunia maupun luka-luka, kemudian dievakuasi ke RSUP dr Kariadi Semarang, RS Tugu Semarang, dan RS Columbia Asia Semarang untuk penanganan lebih lanjut.
Tim SAR kembali mengingatkan pengguna jalan agar lebih berhati-hati dalam berkendara.
“Istirahat bila lelah dan jaga jarak aman dari kendaraan lainnya,” ucap Budiono.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
