Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) bersama Navaswara dengan menghadirkan festival inklusi terbesar di Indonesia, bertajuk “InklusiLand: Everyone Shines, Everyone Matter” pada Minggu (7/12). (ist)
JawaPos.com - Setiap tanggal 3 Desember, Hari Disabilitas Internasional (HDI) diperingati di sejumlah negara sebagai penanda perhatian pada isu penyandang disabilitas. Peringatan ini seringkali menjadi momentum bagi berbagai pihak untuk menyampaikan informasi dan menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan hak serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
Hal ini pulalah yang dilakukan oleh Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) bersama Navaswara dengan menghadirkan festival inklusi terbesar di Indonesia, bertajuk “InklusiLand: Everyone Shines, Everyone Matter” pada Minggu (7/12) di ICD BSD, Tangerang Selatan, hari ini.
Festival ini turut termasuk pada ruang publik yang hidup, penuh cahaya, dan membuka panggung bagi para penyandang disabilitas untuk tampil, tumbuh, serta diakui setara sebagai bagian utuh anak bangsa.
Dalam kesempatan ini pula, Gubernur Banten, Andra Soni, turut berkomitmen bahwa pemerintah daerah akan memperkuat aksesibilitas layanan publik, pendidikan, transportasi, hingga ruang terbuka yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Dia menjelaskan bahwa Banten melalui dukungan lintas dinas dan kemitraan lintas sektor, tengah mematangkan peta jalan inklusi jangka panjang agar kesetaraan tak hanya menjadi visi, melainkan hadir pada pengalaman hidup masyarakat setiap hari.
"Inklusi bukan sebatas agenda sosial, ini adalah keberpihakan yang diwujudkan dalam kebijakan, infrastruktur, dan layanan publik yang benar-benar bisa diakses semua warga. Festival ini memberi pesan bahwa penyandang disabilitas tidak menunggu untuk diberi ruang, mereka siap mengambil peran. Tugas kita adalah memastikan pintu itu terbuka," ujar Gubernur Banten dalam sambutannya.
Adapun festival ini hadir sebagai festival inklusi pertama berskala nasional yang merangkai inovasi sosial, keberlanjutan lingkungan, edukasi keluarga, olahraga adaptif, hingga pemberdayaan wirausaha difabel dalam satu pengalaman yang utuh.
Cahaya Manthovani, Ketua Pelaksana Harian YIPB sekaligus inisiator Inklusiland mengungkapkan bahwa festival ini lahir tak hanya sebagai sebuah seremonial semata melainkan menjadi gerakan sosial yang dirancang sistematis, monumental, dan berkelanjutan.
“Inklusi bukan konsep melainkan sikap hadir untuk semua. Kami ingin inklusi tidak berhenti pada panggung, tetapi mengalir menjadi budaya sehingga tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi ruang hidup yang dapat diakses oleh semua,” ungkap dia.
Festival ini disusun sebagai ajang perayaan publik pertama yang menandai hadirnya “ruang baru” bagi masyarakat penyandang disabilitas, sebuah tempat untuk berkreasi, mendapatkan apresiasi, serta berpartisipasi secara penuh dalam lingkungan sosial yang inklusif.
Cahaya Manthovani menyampaikan bahwa inklusi dapat berkembang ketika masyarakat membentuk ruang bersama dan saling mendukung. Gagasan tersebut kemudian diterapkan melalui pengalaman multidimensi yang menggabungkan aspek inklusivitas sosial dan keberlanjutan lingkungan.
“Festival ini dirancang untuk mendukung setidaknya 6 Sustainable Development Goals (SDG’s), melalui rangkaian kegiatan yang menggabungkan inovasi, seni, olahraga adaptif, edukasi keluarga, dan wirausaha inklusif,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina YIPB, Maya Miranda Ambarsari, mengungkapkan bahwa festival ini bukan hanya perayaan, melainkan telah menjadi langkah bersama menuju masa depan yang memberi ruang bagi semua untuk tumbuh dan dihargai.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
