Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 November 2025 | 17.13 WIB

Satu Keluarga Meninggal Dunia akibat Bencana Longsor di Tapteng: Ibu Bersama 3 Anaknya

Banjir dan longsor melanda Sumatera Utara, ribuan rumah terendam, jalur transportasi putus, dan dampak luas bagi masyarakat. (Sumut Post)

JawaPos.com - Satu keluarga di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsor di Dusun 1, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis. Korban terdiri atas seorang ibu dan tiga anaknya, yang seluruhnya ditemukan oleh tim gabungan SAR dalam kondisi tidak bernyawa.

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, membenarkan kabar duka tersebut.

“Sudah dapat informasi dari Tapteng. Pak Bupati melapor ada korban jiwa, 4 orang. Saya minta agar kondisi di lapangan terus dimonitor,” ujar Bobby dalam keterangannya, dikutip dari Sumut Pos, Rabu (26/11).

Empat korban itu adalah Dewi Hutabarat, 33, bersama ketiga anaknya: Arta Rouli Lumbantobing, 7, Vania Aurora Lumbantobing, 4, dan Ilona Lumbantobing, 3,

Sementara sang suami, Poliman Lumbantobing, 37, diketahui sedang bekerja di luar kota sebagai sopir saat peristiwa terjadi.

Bobby menyampaikan belasungkawa dan meminta seluruh kepala daerah di Sumut yang tengah menghadapi bencana untuk mengutamakan keselamatan warganya. Ia mengatakan akan turun langsung ke lokasi longsor tersebut.

Menurut Bobby, Pemerintah Provinsi Sumut dan BMKG sebenarnya telah melakukan rapat koordinasi mengenai potensi cuaca ekstrem sejak beberapa bulan lalu, termasuk peringatan bahwa intensitas hujan pada November–Desember sangat tinggi.

“Ini sudah kita sampaikan dari jauh hari. Yang menyampaikan bukan Gubernur, tapi BMKG. Karena itu saya ingatkan kepala daerah dan OPD agar melakukan mitigasi lebih serius dan menyampaikan informasi potensi bencana kepada masyarakat,” tegasnya.

Bobby menekankan pentingnya kehadiran kepala daerah dalam setiap koordinasi penanganan bencana, agar langkah pencegahan dapat dilakukan cepat dan tepat sebelum jatuhnya korban jiwa.

Madina Terparah, Ribuan Rumah Terendam

Di Mandailing Natal, dampak banjir menjadi yang paling parah. Ribuan rumah di empat desa di Siulang Aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, terendam air setinggi 1–2 meter. Hingga Selasa (25/11), air belum juga surut akibat hujan deras yang tak kunjung berhenti.

“Rumah kami masih tergenang air. Saudara di Lubuk Kapundung I, II, dan Rantau Panjang sudah mulai kembali untuk bersih-bersih. Tapi bantuan belum turun sama sekali. Kami sulit keluar karena satu-satunya jalur akses adalah transportasi udara,” ungkap Sadun Lubis, seperti dikutip dari Sumut Pos (Jawa Pos Grup).

Tapsel Lumpuh: Tiga Jalur Nasional Putus Total

Kerusakan parah juga terjadi di Tapanuli Selatan. Tiga jalan nasional—Lintas Barat, Lintas Tengah, dan Lintas Timur—putus total di lima titik sekaligus:

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore