Warga Gemukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang saat menyelamatkan barang berharga, Kamis (20/11). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Erupsi Gunung Semeru pada Rabu sore (19/11), memaksa warga Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, untuk meninggalkan rumah mereka dan mengungsi di tempat yang lebih aman.
Keesokan harinya, Kamis (20/11), setelah erupsi Gunung Semeru mulai meredam, warga berbondong-bondong menengok kondisi rumah mereka yang tertutup material vulkanik. Mereka mengambil barang yang bisa diselamatkan.
Sebagai informasi, erupsi Gunung Semeru berdampak cukup parah pada empat dusun di Desa Supiturang, Lumajang. Wilayah yang terdampak, yakni Dusun Sumbersari, Gumukmas, Supiturang, dan Curah Kobokan.
Dari pantauan JawaPos.com di Dusun Gemukmas, lebih dari 50 warga dibantu oleh Tim SAR gabungan membawa barang-barang pribadinya. Mulai dari pakaian, dokumen pribadi, hingga kendaraan.
"Evakuasi ini, Bu," tutur seorang perempuan sambil menenteng tas besar berisi pakaian, untuk dikenakan selama mengungsi. Ada pula warga yang mengevakuasi kendaraan sepeda motor.
Seperti Sulami, 75 tahun. Warga Supiturang itu sejak pagi sudah berada di sekitar Dusun Gemukmas. Ia memantau bila-bila akses ke rumahnya di blok Kamar A, Dusun Sumbersari, sudah bisa dilalui.
"Tadi sudah bisa dilalui, alhamdulillah tiga sepeda motor saya bisa diambil. Kemarin saya nggak bawa apa-apa, pokoknya lari menyelamatkan diri sudah," kelakar Sulami kepada JawaPos.com.
Sementara itu, Husen, warga Dusun Gemukmas juga berusaha mengamankan barang pribadi di rumah orang tuanya, yang masih bisa diselamatkan, seperti pakaian sehari-hari dan selimut.
"Ya (nyelamatin) yang kecil-kecil saja, ini saya bawa selimut. Kalau barang yang besar, seperti kursi, meja, nggak bisa, ini saja (material vulkanik) segini (sambil tangan menunjukkan dada)," tutur Husen.
Kronologi Singkat
Terjadi Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.
Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.
BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan ada dua kecamatan yang terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro. Data sementara, sebanyak 956 warga mengungsi. Pendataan masih berlangsung.
Para pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman, SD Sumberurip 02, Rumah Kepala Desa Sumbernujur, dan Kantor Kecamatan Candipuro. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
