
Warga Lumajang Imron Hamzah menceritakan detik-detik Erupsi Gunung Semeru. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Rabu sore (19/11), membuat ratusan warga meninggalkan rumahnya dan mengungsi di tempat yang aman.
Salah satunya Imron Hamzah, warga Dusun Gumukmas, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Ia mengatakan kejadian erupsi Gunung Semeru berlangsung cukup cepat.
"Terlalu cepat waktunya. Jam setengah tiga aliran lava itu itu muncul, dan pelan-pelan mengarah ke bawah di mana banyak desa," tutur Imron kepada JawaPos.com di SD Negeri 4 Supiturang, Lumajang, Kamis (20/11).
"Lahar (Gunung Semeru) mengalir ke sebelah Utara, di mana banyak desa, banyak rumah. Intinya permukiman warga. Sudah, dalam satu jam habis itu (terdampak erupsi Semeru)," lanjutnya.
Saat itu, mengetahui rumahnya terdampak erupsi, satu hal yang langsung terbesit di benaknya, yakni bagaimana menyelamatkan dirinya dan keluarganya ke tempat yang lebih aman.
"Kejadiannya cepat sekali, tiba-tiba turun lahar, muncul wedus gembel, sudah warga langsung panik dan berlarian mencari zona aman. Saya juga bawa anak dan istri langsung ke sini," tutur pria berusia 50-an itu.
Imron bersama keluarga memilih mengungsi di SD Negeri 4 Sapiturang. "Saya di sini dari kemarin jam 3 sore. Lahar turun, saya langsung ke sini buru-buru mengungsi," ucap Imron.
Sebagai informasi, data sementara pada Kamis (20/11) pukul 05.40 WIB, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno mengatakan jumlah pengungsi dari Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro sekitar 346 orang.
Ratusan orang tersebut mengungsi di berbagai tempat. Di Kecamatan Pronojiwo, ada 4 tempat pengungsian, yakni Balai Desa Oro-Oro Ombo, SDN 04 Supiturang, Masjid Ar-Rahmah, Desa Oro-Oro Ombo, Masjid Nurul Jadid, Desa Supiturang.
Sementara di Kecamatan Candipuro, ada juga 4 tempat pengungsian, yakni Balai Desa Penanggal, SD Negeri 2 Sumberurip, Kantor Kecamatan Candipuro, Rumah Kepala Desa Sumbermujur.
"Untuk korban luka bakar terkena awan panas ada 3 orang. Dua orang dievakuasi kemarin, pasangan suami istri asal Kediri dan pagi tadi satu orang, warga Dusun Umbulan Sumbersari," pungkas Satrio.
Berdasar catatan beberapa tahun ke belakang, erupsi Semeru yang memakan banyak korban terjadi pada 2021 atau 4 tahun lalu. Saat itu, puluhan korban meninggal dunia.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa aktivitas vulkanik Gunung Semeru sudah terjadi lebih dari 2 abad silam. Namun beberapa peristiwa aliran piroklastik yang pernah terjadi dengan jarak lebih dari 5 kilometer terekam pada 1963 (8 kilometer), 1977 dan 1981 (10 kilometer), 1994 (11,5 kilometer), 2002 (11 kilometer), dan 2003 (11 kilometer).
Merujuk data 10 tahun belakangan, aktivitas gunung tertinggi di Jawa tersebut mulai naik pada 2020. Sebelum periode tersebut, Semeru juga terkam mengalami erupsi pada 2014. Kemudian PVMBG mencatat terjadi aliran piroklastik dari kubah lava dengan jarak 2-11 kilometer pada 1 Desember 2020. Saat itu alirannya mengarah ke Besuk Kobokan.
Letusan Semeru yang menyita perhatian publik secara luas terjadi pada 2021 lalu. Persisnya erupsi pada 4 Desember 2021. Saat itu letusan semeru menyebabkan terjadinya aliran piroklastik hingga mencapai jarak 16 kilometer ke arah Besuk Kobokan. PVMBG mencatat sebanyak 51 korban jiwa, 2.790 rumah rusak, dan 10.395 orang mengungsi.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
