Iptu Nasrullah, IPDA Supriadi Gaffar, Bripka Megawan Parante dan Briptu Muh Arif, saat berhasil menyelamatkan Bilqis.(Istimewa).
JawaPos.com-Bilqis Ramdhani, 4, kini menunjukkan perubahan perilaku mencolok usai ditemukan di Jambi usai menghilang sepekan. Hal itu diungkap sang ayah, Dwi Nurmas, yang menyebut anak perempuannya itu kini tampak lebih agresif dibanding sebelum kejadian penculikan.
Dwi mengungkapkan, Bilqis sering kali bersikap lebih keras, terutama ketika menginginkan sesuatu yang tak bisa lama-lama tak digubris hingga saat menutup pintu.
“Kalau misalnya dia tutup pintu itu sebelumnya tidak terlalu keras, sekarang bunyi, kayak lebih keras begitu,” ujarnya seperti dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Kamis (13/11).
Selain itu, kesabaran Bilqis juga tampak lebih menipis yang kemudian ayahnya sebut jadi lebih agresif.
"Kalau misalnya minta uang mau belanja, tidak mau menunggu, harus langsung dikasih," ungkap Dwi.
Meski fisiknya terlihat sehat, perubahan emosi Bilqis menjadi perhatian serius kekeluarga. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) telah menugaskan psikolog untuk mendampingi Bilqis dalam proses pemulihan trauma.
Pendampingan ini diharapkan bisa membantu Bilqis kembali merasa aman setelah mengalami peristiwa traumatis.
Sebelumnya, Bilqis ditemukan di sebuah perkampungan adat di Kabupaten Merangin, Jambi, Sabtu (8/11) setelah menghilang sejak 2 November.
Kasus penculikan Bilqis berawal saat ia menemani ayahnya bermain tenis di Taman Pakui Sayang, Makassar. Tanpa disadari, seorang perempuan bernama Sri Yuliana, 30, yang belakangan diketahui sebagai pelaku utama, membawa Bilqis pergi. Berdasarkan rekaman CCTV, Sri terlihat mengajak Bilqis bermain bersama dua anak kandungnya sebelum melarikan diri.
Polisi mengungkapkan, Sri Yuliana adalah tenaga honorer yang mengalami kesulitan ekonomi dan diduga terlibat dalam sindikat jual beli anak. Ia tergabung dalam grup Facebook dan WhatsApp berkedok adopsi. Selain Sri, tiga pelaku lain juga ditangkap, yaitu Nadi Hutri (Sukoharjo), Meriana, 42), dan Adit Prayitno Saputra, 36, dari Jambi.
Mereka diketahui telah menjual sembilan bayi dan satu anak melalui media sosial. Untuk kasus Bilqis, para pelaku berencana menjual korban seharga Rp 80 juta untuk dijadikan anak adopsi.
Seluruh tersangka kini dijerat pasal berlapis terkait tindak pidana perdagangan orang dan perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, menjelaskan bahwa sebelum dibawa ke Jambi, Bilqis sempat disembunyikan di indekos milik pelaku di Makassar.
Ia kemudian dibawa ke Merangin, Jambi, dan tinggal bersama warga setempat hingga akhirnya ditemukan oleh tim gabungan kepolisian dari Makassar dan Jambi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022