Ilustrasi UMKM
JawaPos.com - Masih ada jutaan pelaku UMKM di Indonesia yang belum memiliki perlindungan finansial adalah sebuah realita pahit di lapangan. Banyak dari mereka tidak punya backup bila menghadapi hal-hal tidak diinginkan yang mengharuskan mereka merogoh kocek besar. Padahal, sejak setidaknya 5 tahun belakangan, UMKM adalah salah satu penopang ekonomi negara.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Tetapi mereka juga paling rentan. Musibah seperti kebanjiran, kebakaran, bahkan sakitnya pemilik usaha dapat menghentikan seluruh kegiatan bisnis. Karena itu, perlindungan adalah kebutuhan dasar, bukan kemewahan,” ujar Milza Oktavira, Direktur Operasional PT Kita Indonesia Plus dalam Seminar Nasional Road to Hari Ritel Nasional (HRN) 2025.
Karenanya, Milza menegaskan bahwa asuransi mikro harus dilihat bukan sebagai beban, melainkan fondasi ketahanan ekonomi mikro. Menurutnya, konsep micro-insurance bisa memastikan pelaku UMKM tetap melanjutkan usaha meski menghadapi bencana atau kehilangan aset.
“Tujuan kami sederhana. Pelaku usaha kecil harus bisa bangkit lagi bahkan setelah musibah. Itulah esensi proteksi mikro,” tambahnya.
Dalam seminar yang sama, Sugiarto selaku Division Head Travel and Personal Lines Asuransi ACA, menyoroti pentingnya perubahan cara pandang masyarakat terhadap asuransi.
“Asuransi sering dianggap opsi yang paling belakangan, padahal seharusnya menjadi bagian dari strategi bisnis sejak awal. Bukan sebagai biaya tambahan, tapi sebagai investasi jangka panjang,” tegasnya.
Menurut Sugiarto, prinsip asuransi mikro berbeda dari asuransi konvensional. Fokusnya bukan pada jumlah premi besar atau penilaian rumit, melainkan pada pemberian santunan cepat dan sederhana sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.
“Prinsip dasar asuransi mikro adalah santunan, bukan penggantian penuh seperti asuransi umum. Prosesnya singkat, manfaatnya langsung terasa. Inilah bentuk nyata mitigasi risiko bagi jutaan pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi agar UMKM dapat memilih produk asuransi yang paling sesuai dengan jenis usahanya. Mulai dari usaha kuliner, jasa, hingga perdagangan harian.
Ketua Panitia Hari Ritel Nasional 2025, Hans Harischandra Tanuraharjo, menambahkan bahwa keberadaan asuransi mikro menjadi pelengkap penting dalam ekosistem UMKM yang sedang diperkuat oleh ritel modern.
“UMKM tidak cukup hanya dilatih dan dipasarkan, mereka juga harus dilindungi. Asuransi mikro adalah jaring pengaman ekonomi rakyat yang memastikan usaha kecil tidak mati karena risiko kecil,” ujarnya.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
