
ilustrasi kebakaran. Antara
JawaPos.com - Aparat kepolisian mengungkap penyebab kebakaran di Pondok Pesantren Babul Maghfirah, Kabupaten Aceh Besar, pada Jumat pekan lalu (31/10). Berdasar hasil pendalaman, kebakaran disebabkan oleh aksi seorang santri yang merasa sakit hati karena sering dibully. Santri kelas XII itu nekat membakar pondok karena kerap dihina dan direndahkan.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Kapolresta Banda Aceh Kombes Joko Heri Purwono sebagaimana dikutip dari pemberitaan Kaltim Post (Jawa Pos Group). Kombes Joko menyampaikan bahwa pelaku yang membakar pondok tersebut masih berusia 18 tahun. Pelaku mengaku sakit hati karena sering disebut idiot dan tolol selama yang bersangkutan mondok.
”Motifnya karena sakit hati. Korban kerap dibully dan dipanggil dengan kata-kata menghina seperti idiot dan tolol,” ungkap Joko dikutip pada Jumat (7/11).
Berdasar rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang kini beredar luas di media sosial, tampak seseorang dalam rekaman CCTV tersebut menyulut api dan membiarkan api membakar salah satu asrama di pondok tersebut. Belakangan diketahui bahwa orang itu adalah salah satu santri yang mondok di Pondok Pesantren Babul Maghfirah.
Setelah membakar pondok, pelaku langsung melarikan diri ke rumah orang tuanya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, pihak pondok kehilangan fasilitas yang terbakar habis. Kombes Joko memastikan, kebakaran itu dilatari persoalan pribadi. Tidak ada motif lain dari pelaku pembakaran pondok.
”Murni karena tekanan dan perundungan yang sudah terjadi berulang kali,” terang dia.
Pondok Pesantren Babul Maghfirah diasuh oleh Teungku Haji Masrul Aidi berlokasi di Desa Lam Alue Cut, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar. Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.49 WIB, saat sebagian besar santri masih terlelap. Menurut polisi, pelaku tidak pernah melapor kepada pihak pesantren karena takut. Sehingga dia menanggung tekanan seorang diri.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
