
Polres Situbondo Selidiki Penyebab Ambruknya Atap Ponpes Syekh Abdul Qodir Jaelani. (Dokumentasi Radar Situbondo)
JawaPos.com - Dunia pesantren kembali berduka. Luka atas tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo yang menewaskan 63 santri belum sepenuhnya pulih, kini musibah serupa terjadi di Situbondo.
Atap bangunan asrama putri Pondok Pesantren Salafiah Syafi'iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani di Dusun Rawan, Besuki, Kabupaten Situbondo, tiba-tiba ambruk saat santriwati beristirahat, Rabu (29/10) sekitar pukul 01.00 WIB.
Insiden tersebut memakan satu satu korban jiwa, yakni santriwati bernama Putri Hemilia, warga Dusun Rawan, Desa Blimbing, Besuki. Sementara belasan santriwati dilaporkan mengalami luka-luka.
Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang menyelidiki kasus ambruknya atap bangunan asrama putri Pondok Pesantren Syalafiah Syafi'iyyah Syeh Abdul Qodir Jaelani.
"Masih proses lidik dengan tetap memperhatikan situasi Ponpes (Syekh Abdul Qodir Jaelani) yang masih berkabung dan proses recovery para korban," tutur AKP Agung ketika dikonfirmasi, Kamis (30/10).
Ketika ditanya mengenai berapa jumlah dan latar belakang saksi yang sudah dipanggil, AKP Agung belum bisa membeberkan lebih lanjut. Ia kembali menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satrio Nurseno menyebut atap bangunan Ponpes Syekh Abdul Qodir Jaelani, diduga ambruk akibat hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut.
"Selain itu, ada keretakan pada beberapa bagian bangunan asrama. Keretakan itu dampak dari gempa bumi berkekuatan 5,7 SR yang terjadi di Situbondo pada 25 September 2025," lanjut Satrio.
Di sisi lain, Pengasuh Ponpes Syekh Abdul Qodir Jaelani, Kiai Hasan menjelaskan bahwa saat peristiwa tragis tersebut, ada 19 santriwati di kamar pondok. Dari jumlah itu, 14 santriwati mengalami luka ringan.
"Empat dirawat di rumah sakit, dan satu meninggal dunia. Ini musibah, kami berduka. Dari 19 santri yang sedang berada di lokasi kejadian, satu orang santri putri meninggal,” pungkas Kiai Hasan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
